JAKARTA - Indonesia dan Swiss sepakat memaksimalkan kerja sama ekonomi dengan memanfaatkan Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EFTA CEPA), kata Kementerian Luar Negeri RI.
Itu disepakati saat Menteri Luar Negeri RI Sugiono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Olivier Zehnder di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas langkah-langkah peningkatan kerja sama di berbagai bidang yang menjadi keunggulan Swiss, yakni pendidikan vokasi, riset, serta pengembangan koperasi, kata kementerian dalam keterangan, Selasa 20 Mei.
Kedua negara juga sepakat untuk memaksimalkan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan skema Indonesia-EFTA CEPA, dengan Swiss sebagai mitra negara EFTA terbesar bagi Indonesia.
Diketahui, selain Swiss, EFTA terdiri dari Islandia, Liechtenstein dan Norwegia.
Pada kesempatan itu, Menlu RI dan Duta Besar Swiss menyampaikan komitmen untuk memperkuat kolaborasi mewujudkan ketahanan pangan Indonesia.
Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal Indonesia-Swiss juga menjadi payung hukum yang bermanfaat untuk meningkatkan kerja sama investasi Swiss di Indonesia.
BACA JUGA:
Tahun lalu, total nilai perdagangan Indonesia dan Swiss mencapai sekitar 2,3 miliar dolar AS, dengan komoditas utama ekspor Indonesia meliputi perhiasan, logam mulia dan alas kaki.
Sementara itu, Swiss dikenal sebagai salah satu investor Eropa terkemuka di Indonesia, khususnya di sektor industri farmasi dan industri makanan.
Selain itu, kedua negara terus berupaya memperluas peluang ekonomi melalui berbagai mekanisme kerja sama yang dimiliki.