Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menekankan, pembicaraan yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat dapat memainkan peran kunci dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di seluruh kawasan.

"Kami percaya negosiasi Iran-AS dapat memainkan peran yang efektif dalam mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan keamanan di kawasan tersebut. Negara-negara regional juga mendukung proses ini," katanya di sela-sela hari terakhir Forum Dialog Teheran (TDF) pada Hari Senin, melansir IRNA 20 Mei.

Lebih jauh ia mengatakan telah membahas pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung dengan rekan-rekannya dari Oman dan Qatar selama acara tersebut.

Menlu Araghchi mengatakan, negara-negara Arab di Teluk Persia tampaknya telah mengubah pendirian mereka terhadap Iran, sebagaimana terlihat dalam "pandangan positif" mereka terhadap negosiasi antara Teheran dan Washington.

"Penting bagi kawasan untuk mendukung negosiasi dan bahkan mencoba untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang ada dan mendekatkan sudut pandang," ujar Menlu Araghchi.

Ia menambahkan, perdamaian dan stabilitas di kawasan merupakan isu terpenting bagi semua negara di kawasan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Majid Takhtravanchi mengatakan pembicaraan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat disebut tidak akan membuahkan hasil jika Washington bersikeras agar Teheran menghentikan aktivitas pengayaan uraniumnya hingga nol, dikutip dari Reuters.

Itu menyusul Utusan khusus AS Steve Witkoff menegaskan kembali sikap Washington pada Minggu, setiap kesepakatan baru antara AS dan Iran harus mencakup perjanjian untuk tidak memperkaya uranium, yang merupakan jalur yang memungkinkan untuk mengembangkan bom nuklir.

Pada Minggu malam, Menlu Aragchi mengatakan Iran akan melanjutkan aktivitas pengayaan uraniumnya di bawah program nuklir sipil negara itu dengan atau tanpa kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Dalam unggahan di media sosial X Menlu Araghchi menunjukkan hak Iran sebagai anggota Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) adalah "sangat jelas" dan "tidak ada skenario di mana Iran akan membiarkan penyimpangan dari itu."

"Menguasai teknologi pengayaan adalah pencapaian ilmiah yang diperoleh dengan susah payah dan hasil karya dalam negeri; hasil dari pengorbanan besar baik darah maupun harta," kata Menlu Araghchi.

Diketahui, Teheran dan Washington telah mengadakan empat putaran negosiasi yang dimediasi oleh Oman mengenai program nuklir Iran dan penghentian sanksi AS terhadap negara tersebut.