Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan kesediaan Indonesia menjadi mediator saat melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, menegaskan kembali dialog dan diplomasi satu-satunya jalan untuk mewujudkan stabilitas.

Dalam unggahannya di media sosial Menlu Sugiono mengungkapkan, dirinya membahas situasi di Timur Tengah yang memburuk dengan Menlu Araghchi dalam panggilan telepon pada Hari Senin.

"Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan untuk memfasilitasi dialog atau mediasi, dengan tujuan bersama untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara sia-sia," cuit Menlu RI di media sosial X, seperti dikutip (3/3).

Diketahui, AS dan Iran menggelar "Operation Epic Furry" versi Washington atau "Operation Roaring Lion" versi Tel Aviv pada Hari Sabtu, dikutip dari ABC.

Serangan itu menyebabkan ratusan korban tewas di Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Tehran.

Negeri Para Mullah kemudian menanggapi serangan tersebut dengan meluncurkan gelombang rudal dan drone Israel, pangkalan militer AS di Kawasan Teluk serta pangkalan militer Inggris di Siprus.

Dikutip dari CBS News, militer AS pada Hari Senin mengatakan korban tewas tentara mereka dalam konflik terbaru dengan Iran telah mencapai enam orang.

"Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi," cuit Menlu RI.

"Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang layak menuju stabilitas regional," tandasnya.