Bagikan:

JAKARTA - Kremlin mengatakan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Donald Trump belum membahas jadwal mengenai gencatan senjata Rusia-Ukraina, tidak ada deadline mengenai memorandum perdamaian.

Kedua kepala negara membahas apa yang disebut Pemimpin AS sebagai prospek "mengesankan" bagi hubungan antara kedua negara mereka dalam panggilan telepon pada Hari Senin, kata Kremlin, seraya menambahkan kedua belah pihak sedang mengusahakan pertukaran tahanan baru.

Presiden Putin mengatakan setelah panggilan telepon, Rusia akan bekerja sama dengan Ukraina untuk membuat nota kesepahaman tentang perjanjian damai di masa mendatang.

Sedangkan Presiden Trump mengatakan Rusia dan Ukraina akan segera memulai negosiasi menuju gencatan senjata.

Dalam keterangan pers usai panggilan telepon, Presiden Putin mengatakan Ajudan Kremlin Yury Ushakov dan Juru Bicara Dmitry Peskov akan memberikan keterangan lebih jauh jika diperlukan, mengutip situs Kremlin 20 Mei.

Ushakov pada gilirannya mengatakan, kedua pemimpin belum membahas jadwal gencatan senjata di Ukraina, tetapi Presiden Trump telah menekankan minatnya untuk mencapai kesepakatan dengan cepat.

"Presiden juga berbicara secara rinci tentang masa depan hubungan kita, dan Presiden Trump, dapat saya katakan, berbicara cukup emosional tentang prospek hubungan ini," kata Ushakov, dikutip dari Reuters.

"Ia secara khusus menekankan, prospek hubungan bilateral setelah konflik Ukraina terselesaikan tampak mengesankan, dan bahwa sebagai presiden Amerika Serikat, ia melihat Rusia sebagai salah satu mitra terpenting Amerika dalam masalah perdagangan dan ekonomi," lanjutnya.

Ushakov mengatakan kedua negara sedang menyusun perincian pertukaran tahanan yang dipenjara di Rusia dan Amerika Serikat yang melibatkan sembilan orang di masing-masing pihak, meskipun ia tidak mengatakan kapan hal itu akan terjadi.

Presiden Trump dan Presiden Putin sama-sama mendukung pertemuan langsung dan akan menugaskan tim mereka untuk bekerja mempersiapkan pertemuan, kata Ushakov, tetapi belum ada tempat yang disepakati.

Sementara itu, Peskov mengatakan proses bagi Moskow dan Kiev untuk mengembangkan teks terpadu dari memorandum perdamaian dan gencatan senjata akan rumit, tidak akan ada batas waktu yang pasti, lapor kantor berita Rusia.

"Tidak ada batas waktu dan tidak akan ada. Jelas semua orang ingin melakukan ini secepat mungkin, tetapi, tentu saja, inti masalahnya ada pada detailnya," lapor kantor berita negara RIA mengutip Peskov.

"Draf akan dirumuskan oleh pihak Rusia dan Ukraina, dokumen rancangan ini akan dipertukarkan, dan kemudian kontak yang rumit untuk mengembangkan satu teks," tambahnya.