Bagikan:

JAKARTA - Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus menyindir Partai Ummat yang baru dideklarasikan Amien Rais, melakukan praktik oligarki.

Pasalnya, di tubuh partai berlambang perisai bintang emas itu, Amien Rais menjadi Ketua Majelis Syuro. Sementara, yang menjadi ketua umum merupakan menantunya sendiri, yakni Ridho Rahmadi.

"Masyarakat akan menilai apakah praktik oligarki atau partai dibentuk dalam sistem kerajaan telah berlaku pada Partai Ummat. Tentu masyarakat sudah cerdas, kita persilakan masyarakat menilai," ujar Guspardi, Jumat, 30 April.

Guspardi mengaku, PAN tidak merasa tersaingi dengan kehadiran Partai Ummat. Menurutnya, setiap warga negara berhak mendirikan sebuah partai. 

"Tinggal bagaimana menjadi suatu organisasi politik yang mampu mewadahi aspirasi masyarakat lewat pemilu," katanya.

Anggota Komisi II DPR RI itu mengingatkan, bahwa syarat untuk menjadi peserta pemilu tidak mudah. Selain disahkan Kemenkumham, harus pula diverifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ini bagian aktualisasi daripada demokrasi. Cuma untuk menjadi peserta pemilu tentu harus dipenuhi pula persyaratan-persyaratan untuk menjadi partai politik peserta pemilu," kata Guspardi.

Sebagai partai baru, anggota Baleg DPR RI itu pesimis Partai Ummat bisa melenggang ke Senayan pada Pemilu 2024 mendatang. Sebab, ada ambang batas perolehan suara parlemen atau parliamentary threshold.

"Setelah itu ada lagi langkah lain, untuk bisa berada di senayan harus bisa memenuhi parliamentary threshold, dan biasanya partai baru sulit dan susah untuk bisa capai hal demikian," demikian.