Bagikan:

YOGYAKARTA – Apa itu point of purchase? Dalam industri ritel, point of purchase (POP) adalah teknik marketing yang bisa membuat konsumen melakukan impulsive buying alias pembekian spontan.

Teknik ini dilakukan dengan memajang produk yang menarik perhatian konsumen, memberikan elemen visual yang mencolok, hingga mendirikan stan interaktif yang mengundang konsumen untuk mencoba produk baru.

Strategi ini sering kali diterapkan di area kasir atau tempat pembayaran dalam sebuah toko ritel. Alasannya, di titik inilah konsumen mengambil keputusan akhir untuk membeli suatu produk.

Dengan penempatan yang strategis dan desain yang menarik, materi promosi di POP dapat meningkatkan visibilitas produk dan mendorong pembelian spontan.

Mengenal Apa itu Point of Purchase

Secara sederhana, point of purchase dapat diartikan sebagai titik penjualan. Hal ini merujuk pada lokasi atau tempat di mana konsumen melakukan pembelian produk atau jasa. Umumnya, hal ini terjadi di area kasir atau tempat pembayaran di toko fisik.

Akan tetapi, POP mempunyai makna yang lebih luas, meliputi strategi pemasaran dan elemen visual yang dipakai untuk menarik perhatian konsumen agar mau membeli produk. 

Dikutip dari buku Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Periklanan dan Promosi karya Terence A Shimp, point of purchase merupakan elemen promosi seperti pajangan, poster, petunjuk/tanda, dan berbagai materi promosi lainnya dalam toko yang dirancang untuk memengaruhi pilihan pelanggan pada momen pembelian.

Strategi menarik konsumen dengan elemen visual ini biasa disebut dengan POP display.

Adapun yang dimaksud dengan POP display yakni segala bentuk tampilan atau pajangan produk yang diletakkan secara strategis di dalam toko untuk menarik perhatian konsumen. Pajangan tersebut dapat berupa rak khusus, stan promosi, poster, atau bahan demonstrasi produk langsung.

Penerapan teknik POP ditujukan untuk meningkatkan penjualan dengan memengaruhi keputusan pembelian di saat-saat terakhir.

POP marketing dan POP display yang menarik serta informatif bisa membantu konsumen menemukan produk yang mereka butuhkan, membandingkan pilihan, dan akhirnya membuat keputusan pembelian.

Contoh Point of Purchase

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh point of purchase yang sering dijumpai di swalayan atau toko ritel:

  1. Hanging mobile atau hanging banner

Hanging mobile atau banner merupakan display berbentuk plastik atau karton yang dipasang pada plafon toko. Pajangan ini bisa berputar bila tertiup angin. Dengan visibilitas yang baik dan tampilan yang eye catching membuatnya mudah memancing perhatian konsumen.

  1. Flag chain

Contoh point of purchase yang berikutnya adalah pemasangan flag chain alias bendera-bendera kecil untuk menyemarakkan toko. Bendera ini juga menampilkan brand atau iklan produk-produk tertentu yang sedang dipromosikan.

  1. Standing display

Standing display adalah tempat pajangan yang berdiri bebas dan digunakan untuk memajang produk, karya seni, atau patung. Standing display juga dikenal dengan istilah Floor Standing Display Unit (FSDU).

  1. Tripod banner

Tripod banner adalah media promosi yang terdiri dari banner dan rangka tripod. Bannernya dicetak digital dan ditempelkan pada rangka tripod yang kokoh. Tripod banner sering digunakan untuk mempromosikan produk, memajang foto, atau sebagai penunjuk arah.

  1. Human standee

Human standee adalah cetak gambar manusia berukuran besar yang bisa berdiri sendiri dengan menggunakan kaki penyangga. Human standee printing biasanya ditempatkan di depan toko, mall, pameran, atau tempat-tempat ramai lainnya.

Demikian informasi tentang apa itu point of purchase. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.