JAKARTA - Komandan tertinggi Ukraina mengunjungi brigade yang mempertahankan front Novopavlivka di wilayah timur Donetsk tempat Rusia meningkatkan serangannya.
“Musuh melakukan aksi ofensif yang intens di daerah ini, mencoba menerobos pertahanan pasukan kami dan merebut tiga permukiman,” tulis Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina Oleksandr Syrskyi dilansir Reuters, Kamis, 27 Februari.
Syrskyi tidak mengatakan kapan atau bagian mana dari garis depan yang dia kunjungi.
Militer Ukraina melaporkan 19 pertempuran di front Novopavlivka dalam satu hari terakhir di dekat desa Kostyantynopil, Rozdolne, Shevchenko dan Burlatske.
Daerah dekat desa tempat terjadinya bentrokan memiliki kandungan litium dan tanah jarang, menurut Survei Geologi Ukraina.
Pengendalian terhadap simpanan mineral penting di Ukraina menjadi fokus perhatian bulan ini setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan minatnya untuk mendapatkan akses terhadap mineral-mineral tersebut.
Trump mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy akan mengunjungi Washington pada hari Jumat untuk menandatangani perjanjian mengenai pengembangan bersama mineral tanah jarang. Zelenskyy mengatakan keberhasilan kesepakatan itu akan bergantung pada perundingan tersebut dan kelanjutan bantuan AS.
Bagian dari front Novopavlivka berjarak sekitar 14 km (sembilan mil) dari wilayah Dnipropetrovsk yang telah coba dicapai oleh Rusia untuk mengambil kendali penuh atas wilayah Donetsk sebagai bagian dari tujuan perangnya.
“Rencana penjajah Rusia di wilayah ini tidak berubah selama lebih dari tiga tahun, yaitu mencapai perbatasan administratif wilayah Donetsk,” kata Syrskyi.
Melalui serangan tanpa henti yang menurut Kyiv telah memakan banyak korban, pasukan Rusia telah mencapai sekitar 4,5 km (2,8 mil) dari wilayah Dnipropetrovsk pada titik terdekat dari garis depan yang membentang ratusan kilometer.
BACA JUGA:
Dorongan Rusia ini muncul ketika Trump mengatakan dia ingin segera mengakhiri perang.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bersedia melakukan perundingan, meskipun sebelumnya dia menolak memberikan konsesi teritorial yang besar.
Sementara Zelenskyy menginginkan perdamaian yang adil dan abadi yang mencakup jaminan keamanan dari sekutu Barat untuk membantu mencegah invasi Rusia lainnya di masa depan.