Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trumpu menolak berkomentar ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan mengizinkan Tiongkok mengambil alih Taiwan dengan paksa.

“Saya tidak pernah mengomentari hal itu,” kata Trump di Gedung Putih dilansir Reuters, Kamis, 27 Februari.

"Saya tidak ingin menempatkan diri saya pada posisi itu,” imbuh dia.

Trump berbicara dalam rapat Kabinet sebagai jawaban atas pertanyaan wartawan mengenai apakah kebijakannya menekankan agar China tidak akan pernah mengambil alih Taiwan dengan paksa selama ia menjabat sebagai presiden.

Trump mengatakan berniat menjalin hubungan baik dengan Tiongkok, termasuk investasi lintas batas, meskipun dia mengenakan tarif terhadap barang-barang dari negara tersebut.

Beijing tidak pernah berhenti menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan yang diperintah secara demokratis ke bawah kendalinya. Taiwan sangat keberatan dengan klaim kedaulatan China.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Menteri Luar Negeri A.S. Marco Rubio mengatakan pemerintah mempunyai pendirian lama mengenai Taiwan yang tidak akan mereka tinggalkan, yaitu menentang perubahan status Taiwan yang dipaksakan atau bersifat memaksa.

“Amerika sudah mempunyai komitmen untuk mencegah hal tersebut terjadi dan bereaksi terhadap hal tersebut, dan hal ini akan dilaksanakan jika China juga menyadari hal ini,” katanya.

Amerika Serikat mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada tahun 1979 dan telah lama mengatakan mereka tidak mendukung deklarasi kemerdekaan formal oleh Taiwan.

Namun, China  tetap menjaga hubungan tidak resmi dengan Taiwan dan tetap menjadi pendukung dan pemasok senjata terpenting mereka berdasarkan undang-undang yang mewajibkan Washington untuk menyediakan sarana bagi Taiwan untuk mempertahankan diri.

Amerika Serikat berpegang pada kebijakan “ambiguitas strategis,” dan tidak menjelaskan apakah AS akan merespons secara militer terhadap serangan terhadap Taiwan.

Pendahulu Trump, Joe Biden, mengambil pendekatan berbeda selama masa jabatannya, dengan mengatakan pasukan AS akan membela Taiwan jika China menyerang.