JAKARTA - Kelompok militan Hamas mengatakan pada Hari Selasa, mereka telah sepakat selama kunjungan ke Kairo, Mesir mengenai solusi untuk mengakhiri penundaan pembebasan tahanan Palestina.
Solusinya adalah membebaskan tahanan Palestina bersamaan dengan jenazah sandera Israel yang terbunuh yang telah disepakati untuk diserahkan selama tahap pertama, kata kelompok militan tersebut dalam sebuah pernyataan.
Hamas mengatakan delegasinya, yang dipimpin oleh kepala kelompok tersebut di Gaza, Khalil Al-Hayya, telah menegaskan kembali komitmen terhadap perjanjian gencatan senjata "dengan semua tahapan dan klausulnya."
"Mereka (tahanan Palestina) akan dibebaskan bersamaan dengan jenazah tahanan Israel (sandera) yang telah disepakati untuk diserahkan selama tahap pertama, selain wanita dan anak-anak Palestina yang terkait," kata Hamas, melansir Reuters 26 Februari.
Sebelumnya, kebuntuan terjadi terkait pembebasan lebih dari 600 warga Palestina, yang telah ditunda oleh Israel, menuduh Hamas melanggar perjanjian dengan memperlihatkan secara terbuka penyerahan sandera Israel di Gaza.
Pernyataan Hamas mengisyaratkan krisis yang dapat menggagalkan kesepakatan gencatan senjata yang rapuh itu telah dihindari. Belum ada komentar langsung dari Israel.
Sebelumnya, seorang pejabat Israel pada Hari Selasa mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama 42 hari di Gaza saat berupaya membawa pulang 63 sandera yang tersisa, sambil menunda kesepakatan tentang masa depan daerah kantong itu untuk saat ini.
Diketahui, tahap awal kesepakatan gencatan senjata, yang diluncurkan dengan dukungan Amerika Serikat dan bantuan mediator Mesir dan Qatar pada tanggal 19 Januari, akan berakhir pada Hari Sabtu dan masih belum jelas apa yang akan terjadi selanjutnya.
Pejabat Hamas Basem Naim mengatakan, kemajuan tidak dapat dicapai selama para tahanan masih ditahan tetapi Hamas berkomitmen untuk gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan Israel.
Kesepakatan itu, yang mencakup pembebasan 33 sandera Israel sebagai imbalan atas sekitar 2.000 tahanan dan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel dan penarikan pasukan Israel dari beberapa posisi mereka di Gaza, telah melewati berbagai kendala.
Sejauh ini, 29 sandera Israel - ditambah lima warga Thailand - telah dibebaskan dengan imbalan ratusan tahanan dan tahanan Palestina.
BACA JUGA:
Diketahui, konflik terbaru di Gaza pecah pada 7 Oktober, saat kelompok militan Palestina pimpinan Hamas menyerang wilayah selatan Israel, menewaskan 1.200 orang dan 251 lainnya disandera, menurut perhitungan Israel.
Itu dibalas dengan blokade, serangan udara dan kampanye militer di wilayah kantong Palestina itu oleh Israel.
Dikutip dari Anadolu, jumlah korban tewas Palestina di Gaza telah mencapai 48.348 orang, menurut Kementerian Kesehatan pada Hari Selasa, sementara jumlah korban luka-luka telah mencapai 111.761 orang.