YOGYAKARTA - Muhammad Iqdam atau biasa dipanggil dengan nama populer Gus Iqdam, merupakan Pengasuh Pesantren Mambaul Hikam II, Kabupaten Blitar dan pendiri Majelis Ta'lim Sabilu Taubah (ST Pusat) pendiri Majelis Ta'lim Sabilu Taubah (ST Pusat). Silsilah Gus Iqdam berasal dari nasab melalui jalur ibunya.
Beberapa media menyebut nama asli atau nama panjangnya adalah Agus Muhammad Iqdam Kholid. Padahal, nama asli Gus Iqdam sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) adalah "Muhammad Iqdam". Penjelasan nama asli itu diungkapkan langsung oleh Gus Iqdam sendiri dalam sesi wawancara di YouTube NU Kota Blitar.
Gus Iqdam lahir pada 27 September 1993. Hal itu diungkapkan saat Rutinan Malam Jumat Pembacaan Maulid Simtudduror, 28 September 2023 di Markas Majelis Sabilu Taubah.
Keturunan Kyai Besar
Pada sesi akhir Pengajian dan Sholawat Super Kirun di Prigi, Rabu 11 Oktober 2023, Gus Iqdam mengungkapkan bahwa Kabupaten Trenggalek memunculkan banyak ulama, wali Allah, hingga orang-orang alim.
"Banyak muncul ulama-ulama yang luar biasa, wali-wali Allah, kekasih-kekasih Allah, orang alim-alim di Trenggalek ini banyak. Pondok-pondok tua di Trenggalek itu banyak," ujar Gus Iqdam, yang terdokumentasi di YouTube Gus Iqdam Official.
Selanjutnya, muncul pengakuan silsilah keluarga Gus Iqdam yang ternyata memiliki darah keturunan Trenggalek. Gus Iqdam mengatakan bahwa kakek buyutnya adalah orang Trenggalek. Kakek buyut Gus Iqdam bernama Mbah Asnawi, yang bermukim di Dusun Brongkah, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Penelusuran ini dilakukan melalui berbagai sumber yang bisa dipertanggungjawabkan. Sumber itu mulai dari jejak digital pengajian, pernyataan langsung Gus Iqdam, jamaah Majelis Ta’lim Sabilu Taubah di Trenggalek, dan banyak lainnya.
Gus Iqdam memiliki kakek yang kondang sebagai wali Allah. Dalam beberapa kesempatan Gus Iqdam mengatakan bahwa hidupnya saat ini tidak lepas dari sosok kakek. Beliau adalah KH Zubaidi Abdul Ghofur, atau yang terkenal dengan panggilan Mbah Yai Bad.
Menurut keterangan Gus Iqdam di YouTube NU Kota Blitar, ibunya, Nyai Hj. Lum'atul Waridah Zubaidi, adalah anak pertama dari Romo KH Zubaidi Abdul Ghofur (Mbah Yai Bad). Sosok Mbah Yai Bad adalah kiai kharismatik di Kota Blitar.
Menurut cerita Abah Dliya', paman Gus Iqdam, sosok Mbah Abdul Ghofur adalah anak dari pasangan Kiai Abdul Muhyi dan Nyai Sholihah (buyut Gus Iqdam). Sedangkan Nyai Sholihah, adalah salah satu anak dari Mbah Asnawi (Cilawagi Gus Iqdam).
Kakek Gus Iqdam adalah pendiri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Mantenan Udanawu, Blitar. Beliau adalah kiai besar yang perannya dalam pendidikan dan perkembangan Islam di Blitar sangat besar. Terlebih, diyakini, Mbah Yai Bad adalah seorang wali Allah.
Dilansir berbagai sumber, kakek Gus Iqdam yaitu Mbah Yai Bad merupakan pendiri Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam Mantenan, Blitar. Pondok salaf yang akrab disebut sebagai Pondok Mantenan ini merupakan salah satu pesantren tua ada di Blitar Barat yang berdiri pada tahun 1907.
Mbah Yai Bad memperoleh pendidikan dari ayahnya di lingkungan pesantren. Demikian halnya dengan saudara-saudaranya. Tidak hanya belajar pendidikan agama Islam dari ayahnya, Mbah Yai Bad juga memperdalam pengetahuan agama di beberapa pesantren.
Silsilah Gus Iqdam
Menurut Kemendikbud, titik tengah kekerabatan disebut sebagai Ego. Di bawah Ego, ada Anak, Cucu, Cicit/buyut, Piut/canggah, dan Anggas. Sedangkan di atas Ego, ada Ibu/Bapak, Nenek/Kakek, Moyang, Buyut, dan Cilawagi.
Jika diurutkan sesuai istilah silsilah dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, silsilah keluarga Gus Iqdam bisa dipahami sebagai berikut:
- Cilawagi: Mbah Asnawi (moyang dari kakek Gus Iqdam)
- Buyut: Nyai Solikah (nenek dari kakek Gus Iqdam)
- Moyang: Mbah Abdul Ghofur (ayah dari kakek Gus Iqdam)
- Kakek/Nenek: Romo KH Zubaidi Abdul Ghofur (kakek Gus Iqdam dari ibu)
- Ayah/Ibu: KH Kholid/Nyai Hj. Lum'atul Waridah Zubaidi
- Ego: Gus Iqdam
- Anak: Ahmad Novel Zubaidi Al-Munawwar (anak dari Gus Iqdam dan Ning Nilatin Nihayah)
Demikianlah silsilah keluarga Gus Iqdam yang mengarah kepada darah keturunan Trenggalek dari Mbah Asnawi. Kini, makam Mbah Asnawi ada di RT 03 RT 01, Dusun Brongkah, Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.
Awalnya, makam Mbah Asnawi ada di langgar (mushola) Kedunglurah. Lokasinya di pojok barat Pondok Pesantren Al Falah. Tapi langgar itu saat ini sudah hilang karena diterjang sungai. Akhirnya dipindah ke Dusun Brongkah, Desa Kedunglurah.
BACA JUGA:
Masyarakat umum bisa berziarah ke makam Mbah Asnawi. Hal ini tentunya menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakat Trenggalek, bahwa sosok Gus Iqdam ternyata memiliki darah keturunan Trenggalek dari Mbah Asnawi.
Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.