Bagikan:

JAKARTA - Keputusan Swedia untuk menghentikan pendanaan bagi Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menuai pujian dari menteri Israel.

Parlemen Israel (Knesset) menyetujui undang-undang yang melarang UNRWA beroperasi di wilayah Israel dan Palestina yang diduduki, termasuk Jalur Gaza dan Tepi Barat, pada 28 Oktober lalu.

Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli memuji keputusan Swedia untuk menghentikan pendanaan bagi badan PBB tersebut bagi warga Palestina dan keturunan mereka, dengan mengatakan UNRWA "telah kehilangan legitimasinya untuk eksis" karena keterlibatan dalam aktivitas teror oleh para anggota stafnya, dikutip dari The Times of Israel 20 Desember.

"Keputusan yang berani dan kritis dari Pemerintah Swedia. UNRWA, yang personilnya secara aktif berpartisipasi dalam kekejaman 7 Oktober, yang fasilitasnya menjadi pusat teror dan yang sekolah-sekolahnya menyebarkan propaganda dan hasutan Hamas, telah kehilangan legitimasinya untuk tetap eksis," cuitnya di media sosial X.

Diberitakan sebelumnya, Swedia tidak akan lagi mendanai, tetapi akan memberikan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui saluran lain, menurut menteri bantuan negara itu Benjamin Dousa kepada TV4, seperti mengutip Reuters.

Dousa mengatakan, keputusan itu diambil sebagai tanggapan atas larangan Israel, karena akan membuat penyaluran bantuan kepada Palestina melalui menjadi lebih sulit.

Di sisi lain, Dousa mengatakan Swedia berencana untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan secara keseluruhan ke Gaza tahun depan.

"Ada beberapa organisasi lain di Gaza, saya baru saja berada di sana dan bertemu dengan beberapa di antaranya," katanya, dengan menyebut Program Pangan Dunia PBB sebagai salah satu penerima potensial.

Diketahui larangan operasional UNRWA yang dikeluarkan Israel akan mulai berlaku pada akhir Januari 2025 mendatang.

Menanggapi putusan Knesset, Majelis Umum PBB memberikan dukungannya kepada UNRWA bulan ini, menuntut agar Israel menghormati mandat badan tersebut dan “memungkinkan operasinya berjalan tanpa halangan atau pembatasan”

UNRWA didirikan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1949 setelah perang yang terjadi di sekitar berdirinya Israel. PBB telah berulang kali mengatakan tidak ada alternatif bagi UNRWA, yang menyediakan bantuan, kesehatan, dan pendidikan bagi jutaan warga Palestina di Gaza, Tepi Barat, Suriah, Lebanon dan Yordania.

Sementara itu, Israel mengatakan staf UNRWA ikut serta dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, yang memicu perang di Gaza. Belakangan, PBB mengatakan sembilan staf UNRWA mungkin terlibat dan telah dipecat.