Bagikan:

SUKABUMI - "Pasanggiri ini harus menjadi tradisi tahunan, bukan hanya di Sukabumi, tetapi juga di seluruh Jawa Barat. Kita harus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya yang membanggakan, hingga mampu berprestasi di tingkat internasional," ujar Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, tokoh budaya Sunda sekaligus mantan Kapolda Jawa Barat, dalam sambutannya di Festival Pasanggiri Pencak Silat di Sukabumi, Jumat, 13 Desember 2024.

Festival yang digelar di Aula Gedung Juang, Lapangan Merdeka Kota Sukabumi ini diinisiasi oleh Padepokan Dangiang Maung Bodas Siliwangi. Kegiatan ini bertujuan melestarikan seni pencak silat tradisional sekaligus mempererat silaturahmi antarpaguron di Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Cianjur.

Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan, tokoh budaya Sunda yang akrab dipanggil Abah ini menilai Festival Pasanggiri Pencak Silat ini sebagai langkah inspiratif. "Pasanggiri ini menjadi contoh bagi paguron lainnya," ujarnya.

Anton Charliyan juga menekankan pentingnya acara ini sebagai ajang silaturahmi. "Kita harus mampu menjadikan Pasanggiri ini sebagai wadah untuk mempererat kekeluargaan antarpaguron, membangun sinergi, dan menjaga warisan budaya pencak silat agar tetap hidup di tengah modernisasi," tambahnya.

Festival Pasanggiri Pencak Silat ini menjadi momentum penting dengan diikuti 250 peserta dari 15 paguron. Mereka berkompetisi memperebutkan Piala Bergilir Maung Bodas Siliwangi dan Piala Bank BJB. Selain itu, acara ini juga menjadi panggung kolaborasi seni dan budaya. Atraksi pencak silat khas Pamacan Maung Bodas dari Ponpes Modern dan Majelis Dzikir Al-Fath asuhan KH Fajar Laksana tampil memukau, menambah semarak suasana.

Acara ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Kasetukpa Polri Brigjen Pol Dirin SIK, Guru Besar Padepokan Cang Maung Bodas Prof. KH Fajar Laksana, Ketua PPSI dan IPSI Kota Sukabumi HM Muraz, serta Ketua IPSI Kabupaten Sukabumi H. Dedi. Pengukuhan pengurus Aliansi Padepokan Dangiang Maung Bodas Siliwangi juga menjadi bagian dari acara, dengan Abah H. Nunu Nugraha resmi dilantik sebagai Ketua Umum.

Festival Pasanggiri Pencak Silat ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan di Sukabumi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melestarikan seni beladiri tradisional. “Pencak silat bukan hanya olahraga, tetapi juga identitas budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tutup Abah Anton.