Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menutup peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada hari ini. Semua pihak diminta terus melanjutkan upaya memberantas rasuah di Tanah Air.

"Kita jangan pesimis menghadapi koruptor tapi kita optimis bahwa kita bisa," kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak saat menutup Hakordia di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Desember.

Tanak berharap Hakordia yang bertema 'Teguhkan Komitmen Berantas Korupsi untuk Indonesia Maju' bisa jadi momentum memperkuat sinergitas. Utamanya, para penegak hukum maupun pemangku kepentingan yang terkait pemberantasan rasuah.

"Pelibatan ini adalah manifestasi bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas secara kolektif baik melalui pendidikan untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi, pencegahan untuk perbaikan sistem maupun penindakan yang memberikan efek jera serta optimalisasi asset recovery," tegasnya.

Dalam momen ini, KPK turut mengapresiasi komitmen kepada stakeholder yang berperan aktif dalam pemberantasan korupsi seperti pemerintah daerah Kota Payakumbuh, Surakarta, Kulon Progo, dan Badung yang menjadi percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi; BUMN; BUMD; dan pelaku usaha yang menerapkan prinsip bisnis berintegritas melalui panduan cegah korupsi (PANCEK).

Apresiasi serupa juga ditujukan bagi Kementerian/Lembaga yang melaksanakan rekomendasi STRANAS PK, termasuk peluncuran 15 aksi tahun 2025 dengan fokus pada perizinan, keuangan negara, dan reformasi birokrasi; serta para Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dan Ahli Pembangun Integritas (API) yang terus menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di berbagai daerah.

“Hambatan ke depan mungkin berat, namun dengan kolaborasi semua pihak, Indonesia yang bebas korupsi bukan sekadar mimpi. Ini adalah harapan nyata yang bisa kita wujudkan bersama," ungkap Tanak.

"Mari kita lanjutkan perjuangan ini demi Indonesia yang lebih bersih, adil, dan sejahtera," pungkasnya.