Bagikan:

JAKARTA - Anggota parlemen Jepang, Muneo Suzuki menegaskan Jepang tidak akan memasok peralatan militer ke Ukraina.

“Jepang adalah satu-satunya negara G7 yang tidak memasok peralatan militer ke Ukraina. Ini akan terus berlanjut,” ujar Suzuki dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 6 Mei.

Sebagaimana diwartakan pada April, pemerintah Jepang telah mencabut pembatasan ekspor senjata, yang secara efektif membuka kemungkinan untuk memasok berbagai jenis senjata, termasuk yang mematikan, ke pihak negara ketiga.

Namun, senjata hanya dapat dipasok ke negara-negara yang memiliki perjanjian dengan Jepang terkait transfer peralatan dan teknologi pertahanan.

Suzuki menyampaikan Pemerintah Jepang sedang menyelidiki sebuah perusahaan swasta yang bekerja sama dengan Ukraina dalam produksi drone,

Sebelumnya pada akhir Maret, perusahaan Jepang Terra Drone berinvestasi pada produsen drone Ukraina, Amazing Drones. Setelah pengumuman kesepakatan tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia mengajukan protes kepada Duta Besar Jepang untuk Rusia, Akira Muto.

Pada April, Terra Drone juga mengumumkan mereka telah berinvestasi di perusahaan Ukraina WinnyLab, yang mengembangkan dan memproduksi drone sayap tetap.

“Pemerintah Jepang saat ini sedang menyelidiki aktivitas perusahaan swasta tersebut,” ucap Suzuki.

Menurut Suzuki, pemerintah Jepang tidak terlibat dalam kerja sama dengan Ukraina di bidang drone.

Dia menerangkan perusahaan swasta Jepang, melalui negara ketiga, melakukan apa yang disebut kerja sama dengan Ukraina di bidang pengembangan drone, dan hal ini telah dijelaskannya secara rinci dalam pertemuan dengan perwakilan pemerintah Rusia.