Bagikan:

JAKARTA - Ukraina menyebut China memasok sejumlah produk penting ke pabrik-pabrik militer Rusia. Temuan ini menguatkan dugaan awal soal bantuan Beijing untuk Rusia.

"Ada informasi bahwa China memasok mesin perkakas, produk kimia khusus, bubuk mesiu, dan komponen khusus untuk industri manufaktur pertahanan," kata Kepala Intelijen Ukraina Oleh Ivashchenko kepada kantor berita negara Ukrinform dilansir Reuters, Senin, 28 Mei.

"Kami telah mengonfirmasi data tentang 20 pabrik Rusia," katanya.

Reuters belum mendapat tanggapan dari pihak China terkait kabar dari Ukraina ini.

China, ekonomi terbesar kedua di dunia, telah menjalin hubungan perdagangan dan ekonomi lainnya yang lebih erat dengan Rusia sejak Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada Februari 2022, yang memicu sanksi Barat terhadap ekonomi Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada bulan lalu mengatakan China memasok senjata dan bubuk mesiu ke Rusia.

Pernyataan itu pertama kalinya Zelenskyy secara terbuka menuduh Beijing memberikan bantuan militer langsung untuk Moskow.

China menolak tuduhan itu sebagai "tidak berdasar" tetapi Kyiv menjatuhkan sanksi pada tiga entitas China.

 

Ivashchenko mengatakan intelijen Ukraina juga memiliki informasi tentang lima kasus kerja sama Rusia-China di sektor penerbangan pada tahun 2024-2025, termasuk pasokan peralatan, suku cadang, dan dokumentasi.

Selain itu, ada enam kasus "pengiriman besar" bahan kimia khusus, tanpa memberikan rincian.