JAKARTA - Prancis mengerahkan gugus kapal induk menuju Laut Merah dan Teluk Aden untuk mendukung upaya keamanan maritim di kawasan tersebut, kata Kementerian Pertahanan Prancis pada Hari Rabu.
"Situasi di Selat Hormuz berdampak global,” kata kementerian dalam sebuah pernyataan, menambahkan Prancis "bukan pihak dalam konflik tersebut" dan tetap berkomitmen pada hukum dan kedaulatan internasional, melansir Anadolu (6/5).
Kapal induk Charles de Gaulle (R91) dan kapal-kapal pengawalnya melintasi Terusan Suez pada Hari Rabu, menuju ke Laut Merah bagian selatan.
Kementerian mengatakan pasukan Prancis telah beroperasi dalam "sikap defensif" sejak 28 Februari dan berkontribusi pada inisiatif multinasional yang melibatkan lebih dari 40 negara yang bertujuan untuk memulihkan navigasi yang aman di Selat Hormuz.
Pengerahan ini dimaksudkan untuk "menilai lingkungan operasional regional terlebih dahulu," sekaligus menawarkan "opsi tambahan untuk respons krisis" guna meningkatkan keamanan regional.
Kelompok kapal induk tersebut dikatakan akan membantu "mengintegrasikan kemampuan mitra ke dalam kerangka kerja defensif dan adaptif," sesuai dengan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 .
Langkah ini juga bertujuan untuk "menenangkan para pelaku perdagangan maritim," kata kementerian tersebut.
Kementerian menekankan, pengerahan ini "berbeda dari operasi militer yang sedang berlangsung di kawasan tersebut" dan dimaksudkan untuk melengkapi pengaturan keamanan yang ada.
BACA JUGA:
Diketahui, ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di selat tersebut.