Bantah Tuduhan Militer Myanmar, Yayasan Sosial Miliarder George Soros Tuntut Pembebasan Staf yang Ditahan
Aung San Suu Kyi bertemu George Soros. (Sumber: gnlm.com.mm)

Bagikan:

JAKARTA - Open Society Foundation, yayasan sosial yang didirikan oleh miliarder George Soros, pada Selasa 16 Maret menyerukan pembebasan segera seorang anggota staf yang ditahan di Myanmar dan mengatakan tuduhan pelanggaran keuangan adalah palsu.

Media pemerintah di Myanmar melaporkan bahwa pihak berwenang telah menahan seorang pejabat dari Open Society Foundation Myanmar, serta sedang mencari 11 karyawan lainnya karena dicurigai memberikan dana kepada penentang kudeta 1 Februari yang dilakukan militer Myanmar

"Open Society Foundation sangat prihatin dengan laporan bahwa anggota staf OSM (Open Society Myanmar) telah ditahan di Myanmar," kata Open Society Foundation yang didirikan oleh George Soros dalam pernyataan yang dikirim melalui email, melansir Reuters.

“Kami meminta pembebasannya segera. Kami khawatir dengan laporan bahwa pihak berwenang berusaha menginterogasi anggota staf lainnya," lanjut pernyataan tersebut

Surat kabar Global New Light of Myanmar, yang telah bertahun-tahun menjadi corong militer, mengatakan OSM mentransfer dana tanpa meminta izin dari Departemen Manajemen Valuta Asing.

Kelompok itu kemudian menukar 1,4 juta dolar AS ke mata uang kyat Myanmar tanpa mengikuti aturan dan regulasi yang diperlukan, kata surat kabar itu.

"Klaim pelanggaran keuangan, termasuk bahwa OSM bertindak ilegal dengan menarik dana mereka sendiri dalam mata uang lokal dari bank SMID, adalah palsu," sanggah OSF.

"Klaim bahwa OSM menggunakan dana ini untuk tujuan ilegal adalah palsu. Dana ini digunakan sepenuhnya untuk tujuan OSM.' lanjut OSF.

Makalah Global New Light of Myanmar menyebut, organisasi non-pemerintah tak dikenal memberikan bantuan tunai untuk gerakan pembangkangan sipil (CDM) yang menentang rezim militer Myanmar

Surat kabar itu mengatakan, petugas keuangan Open Society Myanmar, Phyu Pa Pa Thaw, telah diinterogasi sejak Jumat lalu tentang arus kas yang masuk ke dalam gerakan CDM dan unjuk rasa antikudeta. Pihak berwenang disebut sedang mencari 11 karyawan OSM lainnya untuk menginterogasi mereka.

"Tuduhan ini menunjukkan upaya mengkhawatirkan untuk menyerang dan mendiskreditkan mereka yang ingin kembali ke perdamaian dan demokrasi di Myanmar," tukas OSF.

Untuk diketahui, OSF merupakan jaringan hibah internasional yang didirikan pada April 1993, bagian dari Soros Foundation. Tujuannya membantu kelompok masyarakat sipil di seluruh dunia secara finansial. 

Yayasan ini aktif di bidang kehakiman, pendidikan, kesehatan publik dan media independen. Selain itu, yayasan ini memiliki cabang di 37 negara dengan markas besar di New York, Amerika Serikat

Kudeta Myanmar. Redaksi VOI terus memantau situasi politik di salah satu negara anggota ASEAN itu. Korban dari warga sipil terus berjatuhan. Pembaca bisa mengikuti berita seputar kudeta militer Myanmar dengan mengetuk tautan ini.