Biar Tak Menyesal Kemudian, Ini Hal yang Wajib Direfleksikan Pasangan Sebelum Menikah
Ilustrasi (Jasmine Carter/Pexels)

Bagikan:

JAKARTA - Pernikahan tidak melulu membahas tentang akad dan pesta, tapi ini merupakan sebuah perjalanan panjang yang harus ditempuh setiap pasangan. Semua orang tentu ingin menikah sekali seumur hidup sampai maut memisahkan. 

Sayangnya, mempertahankan hubungan pernikahan bukan hal yang mudah. Ini terbukti dari kasus perceraian di Indonesia yang makin meningkat setiap tiap tahun. Melansir VOI, Rabu 3 Maret, Berdasarkan laporan dari Kementerian Agama, per Agustus 2020 kasus perceraian yang terjadi di Indonesia sebanyak 306.688. Sedangkan laporan dari beberapa penelitian di beberapa negara, hampir setengah dari kasus perceraian disebabkan ketidakcocokan.

Beberapa penyebabnya adalah pertengkaran, keuangan, dan KDRT. Untuk itu, sangat penting mempersiapkan banyak hal sebelum memutuskan menikah. Anda dan pasangan bisa sering-sering diskusi mendalam soal kehidupan pernikahan. Memang tidak 100 persen jaminan hubungan bisa berjalan mulus,  tapi setidaknya kalau ada perbedaan pandangan terhadap hal-hal krusial bisa terlihat dari awal. 

Berikut ini ada empat bahan diskusi yang wajib dilakukan sebelum memutuskan menikahi pasangan.

Tempat tinggal

Pertama, terkait tempat tinggal. Mungkin sebelum menikah Anda mau-mau saja tinggal di manapun asal bersama pasangan. Tetap saja perihal tempat tinggal harus diputuskan matang-matang. Coba diskusikan tentang tinggal bersama mertua, mengontrak, beli rumah, atau tinggal di apartemen. 

Pastikan kalian menemukan jalan tengah atas permasalahan ini. Pasalnya, hal ini cukup krusial dan kalau beda pendapat, bisa dipertimbangkan lagi siapa yang akan mengalah.

Anak

Masalah anak juga harus dibicarakan jauh sebelum menikah. Mulailah menanyakan pada diri sendiri dan pasangan, apakah menginginkan anak? Kalau salah satu memilih tidak, lalu bagaimana solusinya? Lalu bagaimana kalau salah satu dari kalian tidak bisa memiliki anak, apakah mau adopsi, ikhlas menjalani pernikahan tanpa anak, coba program bayi tabung, atau pasangan akan menikah lagi? 

Tak hanya itu, Anda juga harus menanyakan kira-kira ingin punya anak berapa, tentang pola asuhnya, pendidikannya, siapa yang akan mengurus, apakah suami akan membantu merawat sejak bayi, dan apakah akan punya asisten khusus anak.

Keuangan

Soal finansial juga perlu dibahas di awal sebab jika lengah dapat menyebabkan masalah rumah tangga yang berujung perceraian. Memang tak ada yang tahu kondisi perekonomian kalian kedepannya seperti apa. Tapi setidaknya bisa didiskusikan hal-hal mendasar. Misalnya, siapa yang akan mengelola keuangan, apa aja rencana keuangan kalian, bagaimana dengan tabungan masa tua, biaya rumah tangga, biaya pendidikan anak, dana darurat, asuransi, investasi, dan biaya hiburan seperti liburan atau belanja. 

Ekspektasi soal kehidupan pernikahan 

Ajak pasangan bicara soal ekspektasi kehidupan setelah menikah. Apa bayangannya waktu kalian sudah menikah nanti? Apa dia ingin punya istri yang selalu di rumah, tidak boleh bekerja, selalu masak dan bersih-bersih rumah tiap hari, menyiapkan pakaian, tidak boleh berpenghasilan lebih besar, harus izin sebelum bepergian, dan sebagainya. 

Setelah mendengar pernyataannya, jangan lupa tanyakan pada diri sendiri, yakin kamu mau hidup seperti itu? Pertanda baik kalau memang bayangannya sama-sama cocok. Tapi, kalau jompang, pertimbangkan lagi hubungan kalian, ya.