Ada Apa Dengan DPR RI? Setelah Bantah Vaksinasi Tertutup, Pemberitaan Hingga Foto Wartawan Dilarang
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar membantah vaksinasi anggota DPR dilakukan tertutup. Menurutnya, pemberian vaksin dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat demi memproteksi anggota dewan yang riskan terpapar virus COVID-19.

"Jadi dilakukan tertutup bukan dari segi vaksinasi tapi dari segi keamanan. Tidak ada yang ditutup-tutupi," ujar Indra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Februari.

Vaksinasi untuk anggota DPR awalnya terungkap dari video yang di-posting oleh salah seorang anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, melalui akun Instagram pribadinya, @abdulkadirkarding, Kamis, 25 Februari.

Wartawan kemudian mencoba mencari tahu di mana vaksinasi untuk anggota DPR itu digelar. Setelah ditelusuri, ternyata vaksinasi anggota DPR digelar di lantai bawah gedung kura-kura. 

Awalnya wartawan dapat memasuki lokasi vaksinasi yang keluarga digelar di Kompleks Parlemen. Namun ternyata proses vaksinasi digelar tertutup. 

Wartawan yang sempat masuk ke lokasi vaksinasi diminta tak membuat berita oleh pihak Kesetjenan DPR. Foto-foto proses vaksinasi anggota DPR yang telah diambil wartawan diminta dihapus.

Wartawan yang masuk ke lokasi vaksinasi bahkan dipanggil dan diminta menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP). KTP wartawan juga difotokopi. 

 

Indra menegaskan kegiatan vaksinasi di lingkungan DPR tidak tertutup, melainkan didesain dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Desain kegiatan vaksin dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga hanya orang yang berkepentingan saja yang dapat masuk dan menjalani prosesnya. Di dalam ruangan ada proses verifikasi identitas, pengecekan dari tenaga kesehatan dan setelah divaksin diberi waktu untuk istirahat 30 menit," jelas Indra.