Gimmick Gemoy Jadi Sorotan, Prabowo: Joget Tanda Gembira dalam Membela Rakyat
Prabowo Subianto/DOK ANTARA

Bagikan:

JAKARTA - Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan aktivitas joget yang sering dilakukannya merupakan bentuk kegembiraan dalam membela rakyat.

"Orang yang suka joget hatinya gembira. Kenapa gembira, karena sedang berjuang untuk rakyat yang dia cintai," kata Prabowo saat pidato di depan relawan Pandawa Lima di Djakarta Theater, Jakarta, dilansir ANTARA, Jumat, 1 Desember.

Relawan yang mendengar pernyataan Prabowo tersebut langsung bergemuruh. Beberapa relawan pun ada yang berteriak "Prabowo gemoy" di sela sela pidato Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Menurut Prabowo, rakyat juga bisa menilai dirinya dan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka benar-benar berjuang demi rakyat, bukan mengandalkan gimik joget saja.

Dia berharap semangat berjuang untuk rakyat itu bisa tertular kepada seluruh relawan sehingga mereka dapat mencari dukungan masyarakat secara maksimal.

"Rakyat menangkap bagaimana jiwa kita semua, bagaimana keihklasan kita. Bagaimana kita gembira karena kita benar, karena tujuan kita semata mata untuk kepentingan rakyat," ujarnya.

Sebelumnya, pakar politik dari Universitas Andalas Padang Asrinaldi mengatakan Calon Presiden RI Prabowo Subianto harus lepas dari gimik "gemoy" dan kembali ke jati dirinya.

"Prabowo harus kembali ke jati dirinya sebagai seorang nasionalis yang kuat karena sekarang sudah ada saingannya seperti Mahfud Md.," kata Asrinaldi ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu (29/11).

 

Menurut dia, gimik "gemoy" yang sedang berkembang di tengah masyarakat sangat jauh dari kesan Prabowo pada umumnya.

Gimik tersebut menurut dia, melunturkan kesan Prabowo kuat dan tegas seperti penampilannya pada Pemilu 2014 dan 2019.

"Dahulu dikatakan Indonesia harus mandiri, tidak lagi impor, tunjukkan kalau kita kuat, 'kan dahulu seperti Pak Prabowo terkenalnya," kata dia.

Selain itu, gimik "gemoy" yang selalu dipakai pasangan Prabowo-Gibran justru akan menjadi bumerang bagi mereka. Karena masyarakat golongan milenial akan makin cerdas dengan memilih pemimpin berdasarkan gagasan dan program yang paslon tawarkan.