Pemkab Bekasi Bangun Gudang Logistik KPU
Progres pekerjaan gudang logistik KPU Kabupaten Bekasi, Jawa Barat di area kantor setempat. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Bagikan:

BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) daerah setempat sebagai lokasi penyimpanan berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi Benny Sugiarto Prawiro mengatakan pembangunan gudang logistik tersebut berdasarkan pengajuan yang dilakukan KPU Kabupaten Bekasi.

"Ini merupakan bentuk dukungan kita dari Pemkab Bekasi agar pemilu berjalan sukses tanpa ada hambatan karena faktor ketidaktersediaan gudang penyimpanan logistik yang representatif," katanya dikutip ANTARA, Jumat, 24 November.

Dia mengatakan pembangunan gudang logistik ini menggunakan alokasi pembiayaan senilai Rp4,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2023.

"Insyaallah akan selesai sebelum pelaksanaan pemilu. Saat ini progres pembangunan sudah di atas 70 persen. Kita menargetkan sebelum tanggal 27 Desember 2023 gudang ini sudah bisa dipergunakan," katanya. Ketua KPU Kabupaten Bekasi Ali Rido mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah membangun gudang logistik mengingat keberadaan bangunan ini dirasa sangat penting untuk menampung kebutuhan logistik pemilu yang berjumlah cukup besar.

"Selama ini kita menyewa gudang logistik di wilayah Cikarang Timur, jalur pantura. Gudangnya cukup representatif, tinggi dan luas. Yang terpenting juga sudah diawasi CCTV untuk menjaga kerahasiaan," katanya.

Dengan pembangun gudang logistik ini, KPU Kabupaten Bekasi ke depan tidak perlu lagi menyewa gedung logistik yang berlokasi relatif jauh dari Kantor KPU.

"Alhamdulillah gudang baru ini dibangun di belakang kantor kita, jadi aksesnya lebih mudah. Kita juga mudah untuk memantau," katanya.

Ali berharap pembangunan gudang logistik tersebut bisa diselesaikan tepat waktu sebelum pemilu terselenggara. "Kita berharap sebelum pemilu sudah rampung. Karena kita perlu gedung untuk menampung kotak suara yang jumlahnya cukup besar," kata dia