Bakwan Minim Sayur Tambahan Makanan Cegah Stunting di Depok Turut Disorot KPK
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan (ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut menyoroti menu makanan tambahan pencegahan stunting di Kota Depok yang sempat viral. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan menilai polemik terjadi karena kurangnya pengawasan.

Diketahui, menu makanan ini disoroti warganet di media sosial. Sebab, komposisinya dianggap tidak memenuhi syarat gizi.

“Pengawasan internal saja yang kurang sigap ya, karena ini urusan realisasi anggaran, bukan aplikasinya,” kata Pahala saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 22 November.

Pahala menilai tak ada yang salah dengan pemberian itu. Karena, wujud makanannya sudah ada dan diberikan kepada masyarakat.

“Kan sudah bener tuh untuk stunting alokasi dana buat makanan tambahan,” tegasnya.

Sementara itu, sorotan soal makanan tambahan pencegahan stunting beberapa kali diunggah oleh akun Instagram @depok24jam. Salah satunya, soal lebih banyak komposisi tepung dibandingkan sayur dalam olahan bakwan goreng.

Menu kudapan program pemberian makanan tambahan (PMT) di Kp Sidamukti, Depok hari ini 3 potong bakwan. Tapi kebanyakan tepungnya min. Sayurannya sedikit. Alhamdulillah,” demikian unggahan di akun itu pada tiga hari yang lalu.

Unggahan ini kemudian ditanggapi warganet. “Itu ada sayurnya. Cuma bisa dilihat orang indigo saja,” tulis akun @euis.noviyanti mengomentari unggahan foto bakwan.

Tak hanya itu, menu lain juga diunggah dari laporan masyarakat. “Menu-menu stunting: dari hari ke-1 diberi bubur, hari ke-2 bola-bola singkong dan kentang, hari ke-3 makaroni telur puyuh, hari ke-4 nugget tempe, hari ke-5 sayur sawi dengan tahu putih, dan hari ke-6 bola nasi wortel.”

“Namun, selama enam hari tersebut, anak saya tidak mau makan makanan yang disiapkan oleh kader. Apakah menu ini sesuai untuk mencegah anak stunting? Untuk hari ini belum dapat. Nanti diinfokan di grup kalo menunya udah ready. Diambil di rumah kader Posyandu. Dan setiap ngambil itu ga dijelasin apa komposisi makanan itu dan harus bawa tempat wadah sendiri karena tempat toples yang ada stiker wali dan wakil itu buat nanti dibalikin lagi.

Seperti diketahui, anggaran program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk mencegah stunting di Kota Depok senilai Rp4,4 miliar menjadi sorotan.

Masyarakat menilai menu PMT yang disajikan dianggap tidak sesuai. Padahal, menurut Dinas Kesehatan Kota Depok, anggaran PMT untuk satu bayi adalah Rp18.000 per hari dengan masa program 28 hari,” demikian unggah akun tersebut.