Bagikan:

JAKARTA - Polandia berencana untuk membentuk unit militer gabungan bersama Ukraina dengan alasan keamanan, tetapi memiliki motif tersembunyi untuk menduduki wilayah barat negara itu, kata Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Menhan Shoigu menyoroti pada bahaya yang terkait dengan militerisasi Polandia.

"Ada rencana untuk menciptakan apa yang disebut formasi permanen Polandia-Ukraina yang seolah-olah untuk memastikan keamanan Ukraina Barat, tetapi pada kenyataannya, untuk pendudukan selanjutnya di wilayah ini," katanya, melansir TASS 10 Agustus.

Lebih jauh, Menhan Shoigu mengatakan Polandia telah menjadi alat utama kebijakan anti-Rusia dari Amerika Serikat.

"Risiko yang ada terkait dengan militerisasi Polandia, yang telah menjadi instrumen utama kebijakan anti-Rusia Amerika Serikat. Warsawa telah mengumumkan niatnya untuk membangun, seperti yang diklaim oleh Polandia, 'tentara paling kuat di benua itu'," urainya.

"Dalam kaitan ini, pembelian senjata berskala besar dari AS, Inggris, dan Korea Selatan telah dimulai, termasuk tank, sistem artileri, sistem pertahanan udara dan anti-pesawat, serta pesawat tempur," tandas Jenderal Angkatan Darat itu.

Diketahui, Kementerian Pertahanan Polandia pada tanggal 1 Agustus, mengumumkan keputusan untuk mengirim lebih banyak pasukan dan helikopter tempur ke perbatasan dengan Belarusia, setelah helikopter Belarusia melanggar perbatasan udara negara itu.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pada tanggal 2 Agustus, gagasan bahwa Polandia memiliki klaim atas Ukraina Barat telah merasuk ke dalam masyarakat Polandia.

Sebelumnya, Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) Sergey Naryshkin pada 21 Juli mengatakan dalam sebuah pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Polandia dapat mengambil alih kendali atas wilayah barat Ukraina dengan mengerahkan pasukannya di sana.