JAKARTA - Rusia menyerang Ukraina dengan serangan pesawat nirawak terbesarnya yang menyebabkan kerusakan di lapangan terbang militer di bagian barat negara itu.
Itu adalah serangan terbaru Rusia sejak Ukraina menghancurkan sejumlah pesawat pengebom Rusia dalam serangan pesawat nirawak di pangkalan udara jauh di dalam Rusia awal bulan ini.
Unit pertahanan udara Ukraina menjatuhkan 460 dari 479 pesawat tak berawak dan 19 dari 20 rudal yang diluncurkan oleh pasukan Rusia.
Lapangan terbang militer yang dekat dengan perbatasan barat Ukraina menjadi target utama, kata juru bicara angkatan udara Yuriy Ihnat.
"Serangan utama menargetkan salah satu lapangan udara operasional. Ada beberapa serangan," kata Ihnat kepada TV Ukraina, tanpa merinci kerusakannya dilansir Reuters, Senin, 9 Juni.
Lapangan terbang tersebut berada di kota Dubno, sekitar 60 km (40 mil) dari perbatasan Ukraina dengan Polandia, kata otoritas regional Ukraina.
Pesawat Polandia dan sekutu diaktifkan pada Senin pagi untuk memastikan keamanan wilayah udara Polandia, kata angkatan bersenjata Polandia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan itu merupakan serangan lain sebagai tanggapan atas serangan Kyiv terhadap pangkalan-pangkalan Rusia bulan ini, seraya menambahkan semua fasilitas yang ditargetkan telah terkena serangan.
Perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun di Ukraina telah meningkat karena perundingan damai antara Kyiv dan Moskow sejauh ini gagal menghasilkan hasil yang signifikan.
Kedua belah pihak masih berselisih pendapat tentang cara mengakhiri perang.
Ukraina mendorong gencatan senjata tanpa syarat sebagai langkah pertama, sesuatu yang telah berulang kali ditolak Rusia.