Bagikan:

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengesahkan pendirian PT Bank Syariah Indonesia Tbk. di Istana Merdeka pada hari ini, Senin, 1 Februari.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bank Syariah Indonesia Tbk saya nyatakan diluncurkan,” ujarnya.

Dalam sambutannya, presiden menyebut bahwa upaya ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk membangunkan ‘raksasa tidur’ ekonomi syariah di Indonesia.

“Ekonomi syariah terbukti dapat bertahan di masa krisis seperti saat ini, di mana perbankan syariah masih tetap tumbuh saat perbankan konvensional tertekan,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa BSI harus menjadi lembaga jasa keuangan yang terbuka bagi siapapun dan tidak terbatas bagi kalangan tertentu saja.

“Bank Syariah Indonesia juga harus bisa menjangkau semua masyarakat. Jadi jangan berpikir bahwa ini hanya untuk muslim saja,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pihaknya akan fokus untuk menggarap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung kegiatan bisnis perseroan.

“Kami berkomitmen untuk melayani semua lapisan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi sistem syariah,” tuturnya.

“Bank Syariah Indonesia merupakan representasi dari pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dan diharapkan mampu berkembang baik di dalam maupun di luar negeri,” tambah Hery.

Untuk diketahui, Bank Syariah Indonesia merupakan lembaga keuangan hasil penggabungan PT Bank Rakyat Indonesia Syariah Tb  (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) ini digadang-gadang menjadi bank Islami terbesar Tanah Air.

Sementara dari sisi kepemilikan saham, Bank Mandiri menjadi pengendali dengan porsi 51,2 persen. Diikuti dengan BNI 25 persen, dan BRI sebanyak 17,4 persen. Adapun, investor publik menguasai 4,4 persen dan DPLK BRI-Saham Syariah sebanyak 2 persen.