Bagikan:

JAKARTA - Putri Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau dikenal sebagai Yenny Wahid menilai sikap pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda yang menyebut 'Islam Arogan' tidak mencerminkan ajaran atau nilai-nilai dan visi Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Yenny, atribut NU yang dipakai seseorang, tak bisa merepresentasikan bahwa sosok tersebut dapat mewakili NU secara keseluruhan.



"Sekarang banyak yang mengaku NU tetapi kalau dirunut genealogis ilmu, keturunan, maupun pengalaman organisasinya tidak pernah ada sangkutan sama sekali dengan NU," tuturnya, saat dihubungi VOI, Minggu, 31 Januari.



Direktur Wahid Foundation tersebut mengatakan ajaran Islam seperti yang diartikulasikan oleh banyak aktivis NU selama ini, justru memberikan perlindungan terhadap keberagaman dan hak kelompok minoritas.



"Tokoh-tokoh Sunda Wiwitan itu sering sekali hadir dalam acara-acara kami. Jadi kalau dikatakan Islam arogan terhadap mereka, saya justru mempertanyakan statemen tersebut. Bahwa mungkin ada sebagian kecil umat Islam yang melakukan persekusi terhadap kelompok yang berbeda, (tapi) tidak bisa dikatakan Islam yang bermasalah," jelasnya.



Seperti diketahui, pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda tengah menjadi sorotan publik terkait cuitannya di Twitter yang menyebut 'Islam Arogann. Atas cuitannya tersebut, Abu Janda yang kerap mengaku sebagai nahdiyin itu dilaporkan kepada polisi.



Di media sosial, Abu Janda kerap menunjukkan embel-embel sebagai aktivis Nahdlatul Ulama (NU), organisasi masyarakat (ormas) keagamaan terbesar di Indonesia. Seperti berpakaian loreng ala Banser.



Terkait dengan cuitan Islam arogan, tak lama setelah cuitan itu, Abu Janda kemudian membuat sebuah video klarifikasi yang ditujukan kepada kiai hingga ustaz Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam video itu, Abu Janda menjelaskan maksud dari cuitan soal Islam arogan dan memohon maaf atas kesalahpahaman yang dibuatnya.



Di akun Twitternya, Abu Janda pun kembali mengaku bahwa dirinya tidak pernah mengatakan bahwa Islam adalah agama yang arogan. Disertai dengan tangkapan layar berita dari Barisan Kesatria NU.



"Saya tidak pernah bilang 'Islam arogan'. Saya bilang 'Islam pendatang dari Arab' yang arogan & itu ditujukan ke Tengkuzul. Yang saya maksud itu aliran Salafi Wahabi. Saat twit saya diviralkan bagian twit Tengkuzul-nya dibuang, jadi seolah saya generalisasi Islam. Terima kasih Kiai," tulisnya dalam akun Twitternya.