Bagikan:

JAKARTA - Aktor Inggris Daniel Craig membantu mengumpulkan lebih dari 100 juta poundsterling atau sekitar Rp1.838.705.772.000 dalam bentuk donasi, untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa bumi yang berpusat di Kahramanmaraş, yang merenggut nyawa puluhan ribu orang di Turki dan Suriah.

Saat ia mengucapkan selamat tinggal pada peran ikoniknya sebagai 'James Bond' dalam penampilan film kelima dan terakhirnya, Craig mengeluarkan pesan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi.

Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membantu mereka yang terkena dampak bencana. Dukungan Craig sangat penting dalam mendorong keberhasilan upaya penggalangan dana tersebut.

Aktor berusia 54 tahun ini, bekerja sama dengan Disasters Emergency Committee (DEC), yang menyatukan empat belas badan amal di Inggris, mengumumkan bahwa donasi telah terkumpul sejak hari pertama terjadinya bencana.

"Tanggapan masyarakat yang murah hati terhadap himbauan DEC untuk para korban gempa bumi di Suriah dan Turki sangat mengharukan," kata Craig dalam pidatonya, melansir Daily Sabah 26 Februari

"Gempa bumi berlangsung dalam hitungan detik, tetapi akibatnya akan berlangsung selama bertahun-tahun. Sejak saya merekam siaran seruan tersebut, jumlah orang yang dikonfirmasi tewas atau terluka telah meningkat hingga puluhan ribu orang," getirnya.

"Rumah sakit, sekolah, dan bisnis telah menjadi puing-puing, dan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal dalam kondisi musim dingin yang membeku. Tolong lakukan apa yang Anda bisa untuk membantu mereka dengan mendukung himbauan DEC," imbau Craig.

Diketahui, hingga awal Maret, jumlah korban tewas di Turki akibat gempa bumi dahsyat bulan lalu telah meningkat menjadi 45.089 orang, menurut Otoritas Manajemen Bencana dan Keadaan Darurat (AFAD) pada Hari Rabu, sehingga jumlah total korban tewas termasuk di Suriah menjadi sekitar 51.000 orang, seperti melansir Reuters.

Lebih dari 160.000 bangunan di Turki, termasuk sekitar 520.000 apartemen runtuh atau rusak parah dalam bencana ini, yang merupakan bencana terburuk dalam sejarah modern negara tersebut.

Sekitar dua juta orang tercatat telah mengungsi dari wilayah tersebut, yang telah dilanda lebih dari 11.000 gempa susulan sejak gempa pertama, kata AFAD dalam sebuah pernyataan.