Bagikan:

SRAGEN - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas meresmikan tujuh Mal Pelayanan Publik (MPP) di Jawa Tengah secara serentak di Sragen, Senin 20 Februari. Pada peresmian itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Selain itu, hadir pula kepala daerah dan perwakilan dari kabupaten setempat, antara lain Bupati Demak Eisti’anah, dan Bupati Semarang Ngesti Nugraha.

Tujuh MPP yang diresmikan tersebut berada di Kabupaten Sragen, Demak, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Kabupaten Semarang, dan Wonogiri. “Sragen ini salah satu daerah pionir reformasi birokrasi. Dulu Sragen yang mengawali perubahan pelayanan sehingga proses pembuatan KTP cepat, padahal belum digital,” kata Ganjar mengawali sambutannya.

Warga Terlayani

MPP Askara Bumi Sukowati terletak di Dr Sutomo no 5, Kelurahan Sine, Kabupaten Sragen. Sebelum diresmikan, MPP Sragen telah melakukan soft launching pada akhir 2022 lalu. Ganjar Pranowo berharap akan semakin banyak warga yang terlayani.

“Kita harapkan MPP ini bukan sekadar gedung yang melayani, tapi akan berkembang menjadi layanan digital. Sehingga akan lebih banyak nanti masyarakat bisa dengan cepat mendapat layanan terbaik,” kata Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya.

Ganjar Pranowo menemani Menpan RB Abdullah Azwar Anas meninjau MPP yang diresmikan. (IST)
Ganjar Pranowo menemani Menpan RB Abdullah Azwar Anas meninjau MPP yang diresmikan. (IST)

Hingga hari ini, total lebih dari 21ribu orang telah dilayani. Keunikan MPP Sragen, selain tersedia total 1.418 jenis layanan dari 39 instansi ini, juga memiliki balai nikah yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sehingga gedung adalah gedung, yang tidak bisa menggunakan digital silakan datang, yang bisa digital silakan gunakan aplikasi, maka seluruh layer masyarakat yang ada bisa dilayani,” tutur Ganjar.

Senada disampaikan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas, MPP ini adalah wujud reformasi birokrasi yang diimpikan oleh Presiden Joko Widodo. Khususnya di dalam hal pelayanan, kata Azwar, tidak ada lagi birokrasi yang rumit.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa segera berubah, tinggal posisi kita di mana, birokrasi masa lalu atau birokrasi masa depan,” ucap.

Azwar juga menceritakan kenangan khusus dengan Kabupaten Sragen. Yaitu ketika dirinya terpilih sebagai Bupati Banyuwangi tahun 2010. Sebelum dilantik, Azwar secara khusus datang ke Sragen untuk ‘belajar’.

“Khusus KTP saya datang langsung ketemu Pak Untung (mantan Bupati Sragen), 2010 waktu itu saya belum dilantik, karena ekspektasi publik ke kepala daerah luar biasa masalah semua harus beres,” katanya.

Dengan peresmian tujuh MPP secara serentak ini, Jawa Tengah kini memiliki 28 Mal Pelayanan Publik. Di antaranya di Kabupaten Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Kota Surakarta, dan Kota Salatiga.

Kemudian Kota Magelang, Kota Semarang, Kendal, Kudus, Jepara, Pati, Blora, Kebumen, Purworejo, Banyumas, Grobogan, Klaten, Brebes, Rembang, Cilacap.