Bagikan:

BANJARMASIN - Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Andi Rian R Djajadi meminta seluruh pihak bisa mengawal bersama rekrutmen calon anggota Polri yang bersih dan transparan dengan mengawasi seluruh tahapan secara terbuka.

"Semua bisa mengawasi karena seluruh tesnya terbuka untuk umum," kata Irjen Andi Rian di Banjarmasin dikutip ANTARA, Selasa, 31 Januari.

Sebagai komitmen tertulis dari panitia seleksi, peserta dan orang tua atau wali, Polda Kalsel pun menggelar penandatanganan pakta integritas seperti proses rekrutmen calon perwira Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2023 yang saat ini berjalan.

Andi Rian menegaskan pakta integritas menjadi komitmen moral sekaligus memiliki konsekuensi hukum bagi siapa pun yang terbukti melanggarnya.

Kapolda Kalsel berharap semua yang terlibat dalam proses rekrutmen bisa memegang teguh komitmen yang sudah diteken tanpa terkecuali.

"Jika dalam perjalanannya ada temuan pelanggaran, maka peserta yang bersangkutan otomatis gugur dan bisa ditindaklanjuti proses hukum apabila ada unsur pidananya," katanya.

Kapolda Kalsel mengingatkan ada beberapa modus penipuan terkait seleksi calon anggota Polri, seperti oknum yang menawarkan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

"Hati-hati banyak penembak di atas kuda, jadi pelaku ceritanya menguruskan padahal kelulusan berkat peserta sendiri, uang pun hanya diserahkan apabila peserta lulus," ujar Andi.