Dilantik Sebagai PM Selandia Baru, Chris Hipkins: Hak Istimewa dan Tanggung Jawab Terbesar Dalam Hidup Saya
(kiri-kanan) Carmel Sepuloni, Dame Cindy Kiro dan PM Chris Hipkins usai pelantikan. (Wikimedia Commons/New Zealand Government/Office of the Governor-General)

Bagikan:

JAKARTA - Pemimpin Partai Buruh Chris Hipkins dilantik sebagai Perdana Menteri Selandia Baru di ibu kota, Wellington Hari Rabu, setelah pengunduran diri Perdana Menteri Jacinda Ardern pekan lalu.

Partai Buruh memilih mantan Menteri Penanggulangan COVID-19 Hipkins (44) untuk memimpin partai dan negara pada Hari Minggu.

Ratusan orang berkumpul di halaman Parlemen ketika Ardern pergi untuk terakhir kalinya, memeluk setiap anggota parlemennya secara bergantian untuk berpamitan

Dia kemudian pergi ke Gedung Pemerintah, di mana dia mengajukan pengunduran dirinya kepada perwakilan Raja Charles III di Selandia Baru, Gubernur Jenderal Cindy Kiro, melansir Reuters 25 Januari.

Hipkins dan wakilnya Carmel Sepuloni, orang pertama keturunan Kepulauan Pasifik yang menduduki jabatan tersebut, kemudian dilantik, dalam sebuah upacara yang berlangsung beberapa menit.

"Ini adalah hak istimewa dan tanggung jawab terbesar dalam hidup saya," ujar PM Hipkins setelah resmi menjabat, seperti mengutip The Guardian.

"Saya bersemangat dan bersemangat dengan tantangan di depan," sambungnya.

PM Hipkins, yang sejauh ini menolak mengomentari kebijakannya sejak terpilih sebagai pemimpin, akan mengadakan rapat kabinet pertamanya pada Rabu malam waktu setempat.

Dikenal sebagai "Chippy", Hipkins terkenal di Selandia Baru karena kompetensinya dalam menangani COVID-19, meskipun ia mengakui beberapa kesalahan dalam menangani pandemi.

"COVID-19 dan pandemi global menciptakan krisis kesehatan. Sekarang ini menciptakan krisis ekonomi dan di situlah fokus pemerintah saya," kata PM Hipkins sebelumnya.

PM Hipkins yang merupakan ayah dua anak, menggambarkan dirinya sebagai "Kiwi biasa" dari latar belakang kelas pekerja, yang menyukai roti sosis dan bersepeda ke tempat kerja.