Pertama Kali! Wanita Tertinggi di Dunia Rumeysa Gelgi Naik Pesawat Terbang, Tempuh Perjalanan 13 Jam
Rumeysa Gelgi terbang dengan Turkish Airlines. (Sumber: Instagram/rumeysagelgi)

Bagikan:

JAKARTA - Dengan sedikit penyesuaian tempat duduk, Rumeysa Gelgi akhirnya naik pesawat untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Itu bukan perjalan yang mudah, tetapi wanita tertinggi di dunia sukses melakukan perjalanan pertamanya dengan pesawat dengan bantuan Turkish Airlines.

Gelgi, wanita tertinggi di dunia berdasarkan Guinness Book of Records dengan catatan 2,15 meter (sekitar 7 kaki), mampu melakukan perjalanan setelah maskapai utama Turki mengubah enam kursi di pesawat menjadi tandu.

Ia harus melakukan perjalanan dengan tandu karena sindrom Weaver, kelainan genetik yang ditandai dengan pertumbuhan yang cepat. Dia biasanya berkeliling dengan kursi roda, tetapi terkadang berjalan untuk jarak pendek.

Pengembang perangkat lunak berusia 25 tahun itu ingin melakukan perjalanan ke AS, untuk berkolaborasi dengan Guinness untuk sebuah acara dan membantu mengembangkan karir profesionalnya.

Ditemani oleh ibunya, wanita muda itu naik ke pesawat dengan kursi rodanya, sebelum berbaring di tandu di dalam pesawat untuk penerbangan 13 jam ke San Francisco.

rumeysa gelgi
Rumeysa Gelgi terbang dengan Turkish Airlines. (Sumber: Instagram/rumeysagelgi)

Dia mengatakan kepada wartawan di Bandara Istanbul, dirinya sangat bersemangat untuk bepergian dengan pesawat untuk pertama kalinya. Penerbangan ini penting bagi pasien seperti dia yang membutuhkan tandu.

"Ini akan menjadi penerbangan pertama saya sekaligus perjalanan pertama saya ke luar negeri. Tapi saya yakin pengalaman ini akan menjadi yang pertama bagi banyak individu, bukan hanya saya. Karena seperti yang Anda tahu, pilihan bepergian sebagai penumpang tandu umumnya diperuntukkan bagi pasien yang dipindahkan dari satu unit perawatan intensif ke unit perawatan intensif lainnya," terangnya seperti melansir Daily Sabah 29 September.

"Ini adalah alternatif bagi pasien yang dirujuk dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain dan membutuhkan ambulans. Namun, karena saya tidak bisa duduk dalam waktu lama karena skoliosis, atau kelainan kelengkungan tulang belakang, saya harus terbang dengan tandu," tandasnya.

Gelgi tinggal di Karabük, Turki, sekitar 200 kilometer (124 mil) utara ibu kota, Ankara. Dia mengatakan, dirinya menggunakan gelar rekor dunianya untuk mengadvokasi dan meningkatkan kesadaran akan sindrom Weaver dan skoliosis.

Menariknya, selain wanita tertinggi di dunia, pria tertinggi di dunia juga tinggal di Turki. Namanya Sultan Kosen, dengan tinggi yang mencapai 2,51 meter (8 kaki 2,8 inci).