KB Bikin Indonesia Bisa Tata Kelahiran Penduduk, Ridwan Kamil Pamer Ribuan Ibu di Jabar Pasang Susuk
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Antara)

Bagikan:

JABAR - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengungkapkan program Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu alasan Indonesia menjadi negara yang dapat menata kelahiran penduduknya dengan sangat baik.

KB merupakan program yang diusung Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Saya pantau, kita masuk kelompok ketiga negara yang melakukan penataan kelahiran anak-anak dan kependudukannya dengan sangat baik,” kata Ridwan dalam Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak yang diikuti secara daring di Jakarta, mengutip Antara, Kamis 12 Mei.

Dalam sudut pandang Ridwan Kamil, saat ini negara di seluruh dunia terbagi ke dalam tiga kelompok besar dalam hal mengatur kependudukan.

Pertama, negara yang mengalami krisis usia produktif seperti Jepang. Jepang kini memiliki kondisi dimana banyak warganya yang lebih memilih sibuk bekerja dibandingkan menikah dan menunda kehamilan. Di Singapura, pemerintah harus memberikan insentif kepada warganya yang hamil.

Kedua, lanjut dia, negara dengan kondisi penduduk tinggi, namun tidak memiliki program kehamilan. Contohnya adalah negara yang berada di Benua Afrika.

Sedangkan kelompok terakhir adalah negara seperti Indonesia yang memiliki jumlah penduduk tinggi, namun diimbangi dengan adanya program kependudukan yang baik.

Menurut Ridwan, adanya program KB, kualitas generasi bangsa dapat terbentuk dengan baik dan membantu mengatasi permasalahan seperti kekerdilan pada anak (stunting).

Lewat program tersebut, masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dapat terpantau oleh tim pendamping keluarga (TPK) yang terdiri atas bidan, kader PKK dan kader KB.

“Rentang usia biasanya 1.000 hari pertama itu paling rawan. Kalau lewat, yang tidak tertolong dan akhirnya terjadi stunting. Stunting itu fisiknya terlihat tidak tumbuh, tapi otaknya juga kurang untuk merespons,” kata Ridwan.

Melalui program KB, pemasangan alat kontrasepsi yang dapat memberikan jarak antar-kelahiran juga dapat lebih digencarkan dan diperkenalkan secara dekat kepada para ibu dan calon ibu.

Jawa Barat, bahkan sudah memegang rekor MURI, karena memasangkan implan atau susuk kepada para ibu sebanyak 50 ribu dalam satu atau dua hari. Hal itu disebabkan selama masa pandemi COVID-19, data statistik daerahnya menunjukkan angka kehamilan naik.

Oleh sebab itu, Ridwan menekankan masalah kekerdilan harus segera diatasi agar penduduk yang berjumlah banyak tersebut tidak menjadi beban bagi negara di masa depan.

“Kalau Indonesia insya Allah ingin menempati posisi keempat ekonomi dunia terbaik pada tahun 2045, syaratnya demografinya tidak boleh ada yang stunting,” tandasnya.