Israel Luncurkan Serangan Udara ke Damaskus, Militer Suriah Klaim Cegat Mayoritas Rudal
Ilustrasi jet tempur Israel. (Wikimedia Commons/Amit Agronov/IDF Spokesperson's Unit)

Bagikan:

JAKARTA - Sumber militer Suriah mengatakan bahwa Israel menembakkan sejumlah rudal yang menargetkan titik-titik di sekitar ibu kota Suriah, Damaskus, Rabu pagi, kantor berita negara (SANA) melaporkan.

Sumber itu menambahkan bahwa pertahanan udara Suriah menembak jatuh sebagian besar rudal Israel yang diluncurkan dari kota Tiberias, Israel.

Mengutip The Jerusalem Post 27 April, sumber militer Suriah mengatakan kepada SANA pesawat Israel menembakkan rudal dari atas Israel utara, menuju situs dekat Damaskus.

Sumber tersebut juga mengklaim pertahanan udara Suriah mencegat sebagian besar dari mereka, menambahkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk memeriksa hasil serangan.

Laporan awal menunjukkan bahwa serangan itu menargetkan situs di Qudssaya, barat laut Damaskus dan dekat Bandara Internasional Damaskus.

Serangan tersebut merupakan serangan ketiga yang diduga dilakukan Israel di Suriah dalam sebulan terakhir.

Dua minggu lalu, dugaan serangan udara Israel menargetkan situs-situs di dekat kota Rakhlah dan Qatana, barat daya Damaskus, menurut TV Al-Mayadeen Lebanon. Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah di Jamraya juga menjadi sasaran, menurut Step News Agency.

Kurang dari seminggu sebelum serangan itu, serangan udara Israel pada siang hari yang jarang terjadi menargetkan situs-situs di dekat Masyaf di barat laut Suriah, menurut laporan Suriah. The Step News Agency melaporkan, serangan tersebut menargetkan situs milik milisi pro-Iran dan situs penelitian ilmiah di Masyaf.

Citra satelit dari Sentinel Hub yang dibagikan oleh akun intelijen open-source Aurora Intel menunjukkan setidaknya empat target berbeda dalam serangan di dekat Masyaf, termasuk Pabrik Pertahanan Zawi, Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah, kompleks Tentara Suriah dan situs lain yang jauh dari sana, Masyaf di Suwaydah.

Diketahui, Israel selama beberapa tahun telah meningkatkan serangan terhadap apa yang digambarkan sebagai target terkait Iran di Suriah, seperti melansir Reuters.

Pasukan yang didukung Teheran, termasuk Hizbullah Libanon, telah menempatkan kehadirannya sejak dikerahkan untuk membantu Presiden Bashar al-Assad dalam konflik Suriah meletus pada tahun 2011.