Bagikan:

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan beberapa metode yang digunakan negara asing untuk mempengaruhi Federasi Rusia pada pertengahan tahun 1990-an. Dia menggarisbawahi telah menggagalkan tindakan seperti itu di awal 2000-an.

"Misalnya, pertengahan 1990-an-awal 2000-an, di awal 2000-an saya sudah membersihkan semuanya, tetapi pada pertengahan 1990-an, kami memiliki karyawan Central Intelligence Agency (CIA) sebagai penasihat dan bahkan karyawan resmi pemerintah Federasi Rusia, seperti kita ketahui belakangan," ungkap Presiden Putin pada pertemuan Dewan Masyarakat Sipil dan Hak Asasi Manusia, Kamis, mengutip TASS 10 Desember.

"Kemudian, mereka dibawa ke AS untuk bertanggung jawab, selama menjadi karyawan CIA dan bekerja di Rusia, mereka melanggar hukum AS dan mengambil bagian dalam privatisasi," sambungnya.

Lebih jauh Presiden Putin menerangkan, pengungkapan tersebut hanya satu contoh dari upaya campur tangan asing dalam urusan internal Rusia. Pada kenyataannya, jumlah mereka jauh lebih banyak, sebut Putin.

Dikatakan olehnya, negara-negara tertentu memiliki beberapa tingkat kontrol melalui saluran seperti ini.

"Ada spesialis Amerika yang duduk di lokasi kompleks senjata nuklir kami, mereka bekerja di sana, dari pagi hingga larut malam, mereka memiliki meja dan bendera Amerika. Mereka tinggal di sana dan bekerja di sana. Mereka tidak memerlukan instrumen yang bagus untuk mengganggu dalam hidup kita, karena mereka sudah memiliki kendali atas segalanya," papar Presiden Putin.

Kendati demikian, dia menggaris bawahi, situasinya telah berubah, negara menjadi berbeda, menjadi lebih mandiri, lebih berdaulat, kemampuan angkatan bersenjatanya tumbuh dan sikap terhadap Rusia mulai berubah.

"Begitu Rusia mulai mengklaim kepentingannya, mulai meningkatkan kedaulatan, ekonomi, dan kemampuan angkatan bersenjatanya, instrumen baru untuk mempengaruhi kehidupan politik internal kita menjadi diperlukan, termasuk instrumen yang cukup baik melalui berbagai organisasi, yang didanai dari luar negeri," papar Presiden Putin.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Putin kembali menggarisbawahi, Rusia tidak memusuhi siapa pun.

"Ini sama sekali tidak benar. Rusia sama sekali tidak memusuhi bagian dunia mana pun. Bagian dunia tertentu menganggap kami sebagai musuh mereka," terang Presiden Putin.

"Apakah kami menyatakan seseorang sebagai musuh kami dalam dokumen strategis apa pun? Tidak. Kamilah yang dinyatakan (sebagai musuh)," pungkasnya.