Dari Kebakaran  Gedung Cyber Kita Belajar Pentingnya Cadangan Data untuk Kurangi Dampak Bencana
Data Center (Foto: ANTARA)

Bagikan:

JAKARTA - Kebakaran Gedung Cyber 1 di Jakarta Selatan membuat beberapa portal lumpuh operasionalnya. Gedung tersebut merupakan salah satu lokasi pusat data di Indonesia. Hal itu menyadarkan para pelaku usaha bahwa cadangan data adalah hal yang sangat penting di era digital.

"Dari insiden kebakaran kemarin, kita disadarkan betapa pentingnya ketersediaan data dan konektivitas ke website dan aplikasi kita," kata pimpinan Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 4 Desember.

Para pelaku bisnis, terutama usaha, kecil mikro dan menengah (UMKM) yang hampir dua tahun belakangan semakin banyak masuk ke dunia digital, diminta untuk membuat cadangan data tambahan apalagi jika layanan yang mereka gunakan tidak menyediakan cadangan atau rencana bisnis berkelanjutan (business continuity plan) yang memadai.

Menurut Indra, salah satu hal yang harus diperhatikan dalam rencana bisnis berkelanjutan adalah ketersediaan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) ketika harus berhadapan dengan force majeure seperti kemarin.

Dia menyadari penerapan pusat pemulihan bencana yang lengkap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, dukungan infrastruktur di Indonesia masih belum seluruhnya menjangkau pemulihan setelah bencana.

"Masih perlu dukungan bersama pemerintah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai mekanisme pentingnya Disaster Recovery Center untuk menghadapi krisis jika terjadi insiden," kata Indra.

Ketika disinggung mengenai mitigasi untuk insiden besar, menurut Exabytes Indonesia, antara lain perlu ada cadangan data secara berkala dan memiliki pusat data di beberapa tempat supaya rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan) untuk pengamanan data pelanggan bisa dijalankan lebih cepat.