Ini Aplikasi dan Website yang Terdampak Kebakaran Gedung Cyber 1, Kini Sudah Berangsur Pulih!
Berbagai dampak dirasakan oleh layanan aplikasi akibat gedung cyber 1 terbakar. (foto: tangkapan layar twitter)

Bagikan:

JAKARTA - Peristiwa kebakaran Gedung Cyber 1 yang berlokasi di wilayah Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan kemarin sangat berdampak pada perusahaan teknologi, di mana sejumlah server aplikasi dan website mengalami gangguan yang cukup lama.

Kebakaran pada Kamis, 2 Desember kemarin di Gedung Cyber diakibatkan karena akibat arus pendek listrik (korsleting).

"Diduga karena arus pendek. Tidak ada api merambat, hanya asap saja di lantai dua," ungkap Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Herbert Plider Lomba Gaol di lokasi kebakaran seperti yang diwartakan VOI sebelumnya.

Gedung Cyber 1 dilaporkan memiliki data center yang digunakan oleh sejumlah perusahaan teknologi, di antaranya Shopee, Niagahoster, BMKG dan Ajaib. Berikut deretan aplikasi dan website yang mengalami down akibat kebakaran tersebut, di antaranya sudah pulih kembali.

  1. Shopee

Aplikasi e-commerce berlogo oranye ini sempat mengalami gangguan pada platformnya sehingga baik mitra dan pengguna tidak dapat mengaksesnya. Tetapi, hal itu tidak berlangsung lama karena layanan kini sudah pulih kembali.

"Dikarenakan kebakaran di Gedung Cyber, beberapa layanan Shopee dan juga layanan mitra kami mengalami gangguan. Namun, para pengguna dan mitra tidak perlu khawatir, transaksi yang telah dilakukan pelanggan dan mitra akan dapat segera dilakukan kembali. Semua data dan akun juga dalam kondisi yang aman," ujar Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira dalam pernyataan resmi.

  1. Niagahoster

Salah satu layanan web hosting, Niagahoster juga terdampak akibat kebakaran Gedung Cyber. Website milik perusahaan ini tidak dapat diakses sama sekali kemarin, tetapi kini sudah berangsur pulih.

"Saat ini network server sudah up dan satu per satu network sudah establish, sehingga seharusnya website sudah bisa diakses dengan baik, silakan melakukan pengecekan kembali ya, Hoster People," tweet @Niagahoster.

  1. BMKG

Begitupun dengan website BMKG yang juga sempat mengalami down setelah peristiwa kebakaran Gedung Cyber. Prakiraan BMKG Juanda Surabaya, Ary Pulung kemarin mengonfirmasi hal tersebut. Meski demikian, kini website BMKG sudah dapat diakses kembali.

"Mohon maaf, saat ini server BMKG masih terdapat gangguan. Mohon maklum. Masyarakat juga bisa mengakses informasi melalui call center 021-196 atau follow @infobmkg," kata Ary.

  1. Ajaib Investasi

Aplikasi Ajaib Investasi juga turut terkena imbas, para pengguna tak dapat melakukan transaksi di platformnya. Namun, dalam akun Twitter-nya Ajaib Investasi sudah memberi tahu pengguna dari dampak peristiwa kebakaran Gedung Cyber.

"Data center mengalami insiden kebakaran, sementara akan terjadi gangguan dalam bertransaksi," cuit @ajaib_investasi.

  1. M-Tix XXI

Gangguan juga terjadi pada aplikasi pembelian tiket bioskop secara online, M-Tix. Dikonfirmasi perusahaan melalui akun Twitter-nya, meminta agar para pengguna langsung membeli tiket secara offline di bioskop, karena akibat kebakaran aplikasi sempat down juga.

"Hi Sobat XXI, mohon maaf untuk ketidaknyamanan yang sedang terjadi pada aplikasi m.tix. Tim kami sedang berupaya mengatasi kendala tersebut. Bagi sobat XXI yang ingin menonton film asik di jaringan Cinema XXI dapat membeli tiket secara offline langsung di lokasi bioskop," tweet @cinema21.

  1. Samsat Digital (SIGNAL)

SIGNAL dalam cuitannya juga mengonfirmasi bahwa aplikasinya tidak dapat diakses, dan berupaya akan mengembalikan seperti semula.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami menginformasikan bahwa saat ini sedang dilakukan pemadaman listrik seluruh Gedung Cyber 1 tempat dimana Data Center SIGNAL berada dikarenakan insiden kebakaran gedung tersebut. Untuk sementara layanan aplikasi SIGNAL tidak dapat diakses," cuit @SamsatDigital.

  1. IPOT

Aplikasi keuangan milik PT Indo Premier Sekuritas juga terkena imbas kebakaran Gedung Cyber. Hal ini karena jaringan data perusahaan berada di sana.

  1. Rumah Web Indonesia

Selain Niagahoster, layanan hosting lainnya yang terdampak adalah Rumah Web Indonesia, "Kepada seluruh Warga RW, kami informasikan bahwa gedung yang digunakan oleh data center (Gedung Cyber) kami mengalami insiden kebakaran," @rumahwebtweet.

Tapi kini perusahaan tengah melakukan perbaikan dengan memisahkan server yang mereka miliki, "Recovery Plan Update 02-12-2021 19:20: Network data center Rumahweb di Neucentrix Yogyakarta dipisah dari core networking sebagai upaya menyalakan kembali akses ke data center tersebut," tweet @rumahwebtweet.

  1. Youtap

Aplikasi pengelola usaha Youtap juga mengonfirmasi terjadi gangguan untuk merchant melalui email yang perusahaan kirim kepada konsumennya. Dijelaskan Youtap, gangguan terjadi akibat dari kebakaran Gedung Cyber, di mana itu merupakan tempat tersimpannya domain INDOREG yang mereka gunakan.