Kremlin: Aktivitas Kapal Perang NATO di Laut Hitam Jadi Perhatian Presiden Putin
Kapal perusak rudal Amerika Serikat USS Porter (DDG-78) di Laut Hitam. (Sumber: US Navy Photo via USNI.org)

Bagikan:

JAKARTA - Aktivitas kapal perang NATO di Laut Hitam menjadi perhatian Presiden Rusia Vladimir Putin, sekaligus alasan untuk meningkatkan kewaspadaan, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.

"Ini benar-benar menjadi perhatiannya dan dia telah membicarakan hal ini," kata Peskov kepada wartawan dalam menanggapi pertanyaan tentang bagaimana perasaan Presiden Putin tentang kapal perang Amerika Serikat di wilayah Laut Hitam, mengutip TASS 11 November.

Kapal perang Amerika Serikat hadir di wilayah Laut Hitam yang tidak jauh dari perbatasan Rusia, dalam rangka ambil bagian latihan multinasional yang digelar oleh Komando Eropa Amerika Serikat (EUCOM) yang bermarkas di Jerman.

Peskov mengatakan ada kontak reguler antara militer kedua negara yang bertujuan untuk mencegah konflik.

"Tetapi, kegiatan di dekat perbatasan Rusia ini menyerukan pencegahan yang lebih tinggi," seperti yang dikatakan kepala negara dan menteri pertahanan sebelumnya," sebut Peskov.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sejumlah kapal Angkatan Laut AS tiba untuk latihan multinasional di wilayah Laut Hitam, yang dipegang oleh Komando Eropa Amerika Serikat.

Menurut kementerian, kapal-kapal seperti USS Porter, sebuah kapal perusak yang membawa peluru kendali, USNS John Lenthall, sebuah kapal tangki pengisian, dan USS Mount Whitney, sebuah kapal komando, berada di area tersebut.

Kementerian Pertahanan mengatakan, pasukan Amerika Serikat mengadakan kegiatan yang tidak terjadwal dan membentuk kelompok angkatan bersenjata multinasional di dekat perbatasan Rusia.

Terkait dengan hal tersebut, kementerian mengatakan tindakan itu merupakan faktor destabilisasi kawasan dan ditujukan untuk pengembangan militer wilayah Ukraina. Angkatan bersenjata Rusia sedang memantau situasi, katanya.

Untuk diketahui, selain kapal perang, pesawat tempur NATO juga sering kali melintas di dekat perbatasan kedua negara. Tak jarang, Rusia sampai harus mengirim jet tempurnya untuk memastikan tidak ada pelanggaran wilayah udara.

Terbaru, sebuah pesawat pengintai E-8C milik militer Amerika Serikat yang lepas landas dari Pangkalan Udara Ramstein USAF di Jerman, terlihat hanya berjarak 35 kilometer dari perbatasan Rusia, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan, Rabu lalu.

"Sebuah pesawat E-8C AS yang lepas landas dari Pangkalan Udara Ramstein di Jerman terus berputar di atas bagian barat laut, tengah, dan timur laut Laut Hitam selama lima jam 13 menit pada ketinggian mulai dari 7.000 hingga 10.000 meter sejauh 35 kilometer dari perbatasan Rusia," bunyi pernyataan itu.