Update COVID-19 per 15 Juni: Pengujian Spesimen Menurun karena Laboratorium Ada yang Libur

JAKARTA - Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri) mengatakan, jumlah spesimen yang diperiksa mengalami penurunan. Sejak Minggu, 14 Juni hingga Senin, 15 Juni pukul 12.00 WIB jumlah spesimen yang diperiksa berjumlah 8.776.

Angka ini menurun jauh dibandingkan hari-hari sebelumnya. Pada hari Minggu, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 18.760. Sedangkan pada hari Sabtu, 13 Juni, jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 16.574.

Yuri menjelaskan, penurunan signifikan terjadi karena ada sebagian laboratorium yang libur di hari Minggu meski pemerintah meminta mereka tetap bekerja.

"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin agar seluruh laboratorium tidak berhenti beroperasi meskipun itu hari libur. Namun, ternyata beberapa laboratorium yang berada di RS, dan beberapa laboratorium yang ada di perguruan tinggi masih menerapkan hari libur," kata Yurianto dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun YouTube BNPB, Senin, 15 Juni.

Dia menambahkan, dari 8.776 spesimen yang diperiksa, terdapat penambahan kasus positif sebanyak 1.017 orang. Sehingga, jika diakumulasi total kasus COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 39.294 orang.

Yuri mengatakan, Jawa Timur masih menempati posisi pertama penyumbang kasus baru COVID-19 dengan 270 kasus baru meskipun di saat yang bersamaan, wilayah ini juga melaporkan 62 pasien yang sudah sembuh.

Sedangkan provinsi kedua yang mencatatkan kasus baru COVID-19 paling banyak adalah DKI Jakarta. 

"DKI Jakarta melaporkan ada 142 kasus baru meskipun dilaporkan ada 106 kasus sembuh. Kemudian, Jawa Tengah melaporkan adanya kasus baru sebesar 116 dan yang sembuh sebanyak 36 orang," ungkap dia.

Kemudian, wilayah lain yang melaporkan angka penambahan kasus positif adalah Sulawesi Selatan. Provinis ini melaporkan penambahan sebanyak 101 kasus baru dan total yang sembuh mencapai 142 orang. 

Terakhir, Kalimantan Selatan melaporkan ada 66 kasus positif COVID-19 baru terkonfirmasi dan ada 16 orang pasien yang dinyatakan sembuh.

"Kami sudah mengkoordinasikan dengan dinas kesehatan setempat, penambahan ini karena dilakukan pemeriksaan secara masif dari contact tracing yang agresif yang dilakukan," jelasnya.

"Semua kasus kontak positif dengan orang yangg kita rawat, kita lakukan tracing dan inilah yang ditindaklanjuti dengan melakukan testing," imbuh Yurianto.

Selain lima provinsi tersebut, ada 19 provinsi lainnya yang melaporkan penambahan kasus baru di bawah 10 orang. Kemudian, ada 11 provinsi yang sama sekali tidak terdapat kasus positif COVID-19 di wilayahnya.

Terkait jumlah pasien yang sembuh, kata Yurianto, saat ini jumlahnya mencapai 592 orang. Sehingga jika diakumulasi totalnya mencapai 15.123 orang.

Menurut dia, makin banyaknya jumlah pasien yang sembuh memberikan optimisme bahwa virus ini bisa disembuhkan. Sedangkan untuk pasien yang meninggal dunia, saat ini jumlahnya bertambah sebanyak 64 orang. Sehingga secara akumulasi totalnya mencapai 2.198 orang.

Untuk orang dalam pengawasan (ODP) yang masih diawasi saat ini jumlahnya sebanyak 36.744 orang. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya sebanyak 13.649 orang.