Pesan Anies di Hari Raya Iduladha: Salat Id di Rumah Masing-masing

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta seluruh pengelola masjid di DKI Jakarta tidak menggelar pelaksaan salat Iduladha. Hal ini seiring dengan berlakunya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

"Saya minta kepada lurah, camat, Babinsa, dan Kapolsek untuk meminta kepada pihak masjid untuk meniadakan sementara salat Iduladha," tuturnya, di Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 18 Juli.

Lebih lanjut, Anies mengimbau agar kegaitan salat Iduladha dilaksanakan di kediaman masing-masing seperti pada tahun 2020 lalu.

"Kita mengimbau seluruh penyelenggara untuk mengadakan salat Iduladha di rumah masing-masing sebagai mana kita pernah melakukannya tahun lalu. Dengan itu insyaallah semua terlindungi (dari COVID-19)," ujarnya.

Anies mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pengelola masjid terkait hal ini. Total lebih dari 3.000 masjid yang diberi sosialisasi agar tidak menggelar salat Iduladha.

"Masih 245 masjid lagi yang akan disosialisasikan agar tidak ada salat Iduladha," ucapnya.

Di samping itu, Anies juga meminta seluruh masyarakat untuk melaksankan Hari Raya Iduladha sesuai dengan anjuran edaran Menteri Agama. Salah satunya adalah dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

"Sehingga syariat terlaksanakan tetapi keselamtan juga tertunaikan," tuturnya.

Tak hanya itu, Anies juga mengingatkan agar masyarakat untuk tidak mendatangi tempat-tempat pemotongan hewan kurban. Hal ini untuk menghindari adanya penumpukan saat antre daging kurban.

"Dikerjakan oleh panita saja dan dibagikan oleh panita langsung ke rumah penerima. Sehingga tidak perlu ada yang antre untuk mengambil daging hewan kurban semuanya dibagikan ini sudah dilakuan tahun lalu," jelasnya.