Presiden Zelensky Tegaskan Ukraina Tidak akan Menarik Pasukannya dari Donbas
JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan pada Hari Selasa, Ia akan menolak setiap usulan Rusia untuk menarik pasukan Ukraina dari wilayah Donbas di timur negara itu.
Penarikan pasukan dari wilayah itu dikatakan akan menghilangkan garis pertahanan Kyiv dan membuka jalan bagi Moskow untuk melancarkan serangan lebih lanjut.
Presiden Zelensky mengatakan, usulan Rusia adalah untuk menghentikan kemajuannya di wilayah Ukraina lainnya dengan imbalan Kyiv menarik pasukannya dari Donbas di Ukraina timur, yang meliputi wilayah Donetsk dan Luhansk.
Presiden Ukraina mengungkapkan, pasukannya masih menguasai sekitar 30 persen wilayah Donetsk, atau sekitar 9.000 kilometer persegi, dan memiliki garis pertahanan yang dijaga ketat serta menguasai dataran tinggi strategis di sana.
Penarikan pasukan apa pun akan menjadi landasan peluncuran bagi serangan baru Rusia, ujarnya.
"Putin akan memiliki jalan terbuka ke wilayah Zaporizhzhia dan Dnipro. Juga ke Kharkiv," kata Presiden Zelensky, melansir Reuters 13 Agustus.
"Masalah teritorial tidak dapat dipisahkan dari jaminan keamanan," tandasnya.
Pemimpin Ukraina tersebut mengatakan kepada para wartawan, isu teritorial harus dibahas setelah Rusia menyetujui gencatan senjata, dan jaminan keamanan bagi Ukraina harus menjadi bagian integral dari diskusi tersebut.
Berbicara menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Hari Jumat, Presiden Zelensky juga menegaskan kembali, Ukraina harus dilibatkan dalam setiap pembicaraan mengenai wilayahnya sendiri.
Baca juga:
- KBRI Phnom Penh Fasilitasi Pemulangan Ratusan WNI Terkait Online Scam, Dubes Santo Ingatkan Jangan Diulangi
- Uni Eropa dan 26 Negara Sebut Penderitaan di Gaza Capai Tingkat Tidak Terbayangkan
- Iran Bersedia Merundingkan Pembatasan Program Nuklir Asal Ada Pencabutan Sanksi
- Jurnalis Palestina Tegaskan Pesan dari Gaza Tidak akan Berhenti karena Serangan Israel
Diketahui, Presiden Trump telah mengisyaratkan pertukaran wilayah mungkin menjadi bagian dari setiap kesepakatan damai yang diusulkan.