Percepat Program Vaksinasi, Brasil Tambah Kontrak Pengadaan Vaksin COVID-19 dengan Pfizer

JAKARTA -  Brasil mengumumkan rencana untuk menandatangani kontrak kedua pengadaan vaksin COVID-19 dengan Pfizer, sebayak 100 juta dosis vaksin, di mana 35 juta di antaranya dikirimkan pada Oktober mendatang.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga, Senin 3 Mei. Dengan demikian, Brasil bakal memiliki hingga 200 juta dosis vaksin hingga akhir tahun nanti, untuk mengatasi kekurangan vaksin yang menyebabkan tingginya angka infeksi dan kematian COVID-19 di negara tersebut.

Berbicara kepada para pemimpin industri di Sao Paulo, Queiroga mengatakan kontrak kedua dengan Pfizer akan menggandakan 100 juta dosis yang sudah ditandatangani untuk vaksin, yang akan dikirimkan pada akhir September.

Queiroga menyalahkan apa yang dia lihat sebagai kegagalan di bangsal perawatan intensif, atas jumlah besar korban yang disebabkan oleh COVID-19 di Brasil, yang telah melewati 407.000 kematian yang terkonfirmasi.

"Kami tidak dapat menerima, dari setiap 10 pasien yang diintubasi, delapan meninggal. Itulah sebabnya kami mengalami begitu banyak kematian, karena perawatan kesehatan tidak memberikan jawaban yang kami harapkan darinya," kata Queiroga, Menteri Kesehatan keempat Brasil selama pandemi COVID-19, melansir Reuters, Selasa 4 Mei.

Sementara itu, kota terbesar kedua di Brasil, Rio de Janeiro pekan lalu terpaksa mengumumkan penundaan pemberian vaksin dosis kedua CoronaVac, karena kehabisan stok vaksin. Dosis kedua hanya akan diterapkan dua hari sekali sampai lebih banyak persediaan tiba dari fasilitas penyelesaian di pusat biomedis Butantan di Sao Paulo.

Sebagian besar suntikan COVID-19 yang diberikan sejauh ini di Brasil adalah CoronaVac, yang diproduksi di Butantan, Brasil. Pada 19 April lalu, bahan baru untuk memproduksi 5 juta dosis CoronaVac tiba di Brasil. 

Sejauh ini, Butantan telah mengirimkan 42 juta dosis CoronaVac untuk program imunisasi nasional, dibandingkan dengan 26,5 juta dosis vaksin AstraZeneca PLC., yang diisi dan diselesaikan oleh pusat biomedis Fiocruz di Rio de Janeiro.