50 Juta Vaksin Pfizer Segera Tiba di Indonesia
ILUSTRASI/UNSPLASH

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut 50 juta vaksin Pfizer buatan Amerika Serikat akan segera tiba di Indonesia.

Hal ini disepakati dalam kerja sama Kemenkes dengan Pfizer-BioNTech dalam penyediaan vaksin yang dinamakan 162b2 sepanjang tahun 2021. 

Menkes Budi mengaku menyambut baik kerja sama pengadaan vaksin Pfizer di Indonesia. Vaksin tersebut menjadi salah satu vaksin COVID-19 yang digunakan untuk program percepatan vaksinasi di Indonesia.

“Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 di Indonesia. Dengan bertambahnya stok vaksin 50 juta dosis merk Pfizer ini, diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Juli.

Seiring dengan rencana kedatangan vaksin Pfizer, Budi menyebut vaksin bisa dilakukan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

“Penggunaan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan POM,” ujar Budi.

Sebelumnya, Indonesia telah menerima 137.611.540 dosis vaksin dari berbagai merek, seperti Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Moderna. Jika ditambah vaksin Pfizer yang akan datang nanti, total vaksin menjadi sekitar 187 juta dosis.

Sementara itu,Country Manager PT Pfizer Indonesia Stephen Leung mengapresiasi kerja sama yang telah dijalin antara pihaknya, BioNTech dan Kementerian Kesehatan RI.

“Perjanjian ini merupakan sebuah langkah penting untuk menghadirkan vaksin COVID-19 untuk melindungi kesehatan masyarakat di Indonesia, memulihkan perekonomian, dan mempercepat kembalinya kehidupan normal bagi masyarakat Indonesia,” tutur Stephen.

Sedangkan Chief Business and Chief Commercial Officer BioNTech, Sean Marett berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan dan kepercayaannya terhadap kemampuan pihaknya dalam mengembangkan vaksin yang diyakini dapat mengatasi ancaman pandemi global ini.

“Tujuan kami adalah menyediakan suplai vaksin COVID-19 yang dapat diterima dan efektif bagi banyak orang di seluruh dunia, secepat mungkin,” ucap Marett.