Klaster Baru Penyebaran Corona di Jakarta Ada di Asrama STT Bethel Indonesia

JAKARTA - Asrama Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi klaster baru penularan COVID-19 di Jakarta. Sebanyak 36 mahasiswa di asrama tersebut dikonfirmasi positif virus corona. 

Penambahan kasus positif COVID-19 ini membuat Petamburan menjadi kelurahan yang memiliki paling banyak penduduk terjangkit virus corona. Berdasarkan data yang dilihat di corona.jakarta.go.id hari ini, Petamburan kini memiliki 46 kasus. Jumlah kasus beda jauh dengan kelurahan lain yang masing-masing memiliki kasus tak mencapai 30 orang. 

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari menjelaskan, kronologi penularan COVID-19 di klaster asrama Bethel berawal dari satu rumah sakit yang memeriksa gejala pasien yang dirawat.

"Ada pasien yang dirawat di rumah sakit. Seperti biasa, kan akan di-tracing karena ada gejala COVID-19. Nah, ternyata ada di asrama. Kami lalu lakukan kunjungan," kata Erizon saat dihubungi, Jumat, 17 April.

 

Setelah dilakukan penelusuran kontak, sebanyak 108 mahasiswa diperiksa, hasilnya sebanyak 36 orang positif COVID-19. Malam tadi, mahasiswa yang terjangkit virus corona dievakuasi dirawat di rumah sakit darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. 

"Mereka gejalanya memang ringan. Tapi, kalau di Wisma Atlet, karantinanya akan lebih ketat dibandingkan mereka isolasi mandiri di asramanya," tutur dia. 

Untuk mensterilisasi gedung yang menjadi klaster penularan COVID-19 ini, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat melakukan penyemprotan disinfektan. Sebab, masih ada mahasiswa lain yang menjadikan asrama tersebut sebagai tempat isolasi mandiri. 

Dalam beberapa waktu mendatang, Erizon menyebut pihaknya akan kembali melakukan pengambilan swab (cairan liur). Hal itu dilakukan untuk memastikan ada-tidaknya orang yang sebenarnya telah positif namun mengeluarkan hasil negatif karena saat itu masih dalam masa inkubasi.

"Sedang kami jadwalkan untuk pemeriksaan swab bertahap. Karena, meskipun kemarin hasil rapid test mereka negatif, tapi akan kami pastikan (dengan tes PCR)," jelasnya.