Singapura Dua Hari Berturut-turut Catat Rekor Kematian Bulanan dan Kasus Infeksi Harian COVID-19
Ilustrasi penerapan jarak sosial di Singapura. (Wikimedia Commons/Btcprox)

Bagikan:

JAKARTA - Singapura kembali memecahkan rekor suram, saat negara itu melaporkan 2.268 kasus infeksi COVID-19 dan delapan kematian akibat komplikasi penyakit tersebut pada Rabu kemarin.

Kedelapan orang yang yang meninggal terdiri dari lima pria dan tiga wanita, berusia antara 72 hingga 90 tahun. Enam di antaranya tidak divaksinasi COVID-19. Satu orang telah divaksinasi satu dosis, sementara satu lagi sudah menerima vaksin COVID-19 dosis penuh.

Semuanya memiliki berbagai kondisi medis yang mendasari, kata Kementerian Kesehatan, kendati tidak memberikan informasi rinci mengenai kondisi medis yang mendasari mereka.

Penambahan ini menjadikan Singapura mencatat 38 kematian akibat COVID-19 sepanjang September, rekor angka kematian bulanan baru, dengan total kini Negeri Singa mencatat 93 kematian akibat COVID-19.

Dari kasus baru yang dilaporkan pada Rabu, 2.258 adalah infeksi menular lokal yang terdiri dari 1.810 kasus di masyarakat dan 448 di asrama pekerja migran.

Ada juga 10 kasus impor, kata Kementerian Kesehatan dalam update harian yang dirilis ke media sekitar pukul 22.55. Tujuh terdeteksi pada saat kedatangan sementara tiga mengembangkan penyakit selama pemberitahuan tinggal di rumah atau isolasi.

Ini adalah hari kedua berturut-turut Singapura melaporkan rekor jumlah infeksi baru, setelah 2.236 kasus diumumkan pada Selasa. Hingga Rabu, Singapura telah melaporkan total 94.043 kasus COVID-19 sejak awal pandemi.

Kementerian Kesehatan Singapura menyebut, ada 12 klaster besar aktif yang tengah dipantau, termasuk tiga klaster asrama yang baru ditambahkan Rabu kemarin. Kementerian mengatakan, ketiga klaster tersebut disebabkan oleh penularan intra-asrama di antara warga, tanpa bukti penyebaran di luar asrama.

Untuk diketahui, hingga Selasa lalu 82 persen warga Singapura telah menerima vaksin COVID-19 lengkap atau dua dosis. Sementara, mereka yang sudah menerima vaksin setidaknya satu dosis mencapai 85 persen.