Misi Crew-10 Batal Terbang karena Masalah Roket, NASA Ubah Tanggal Peluncurannya

JAKARTA – Misi ekspedisi Crew-10 seharusnya diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 12 Maret lalu. Sayangnya, NASA dan SpaceX harus membatalkan upaya peluncuran misi Crew-10.

Berdasarkan laporan NASA di situs resminya, pembatalan misi ini dilakukan karena adanya masalah sistem hidrolik di lengan penjepit pendukung tanah untuk roket Falcon 9. Meski batal meluncur, NASA akan mengubah jendela peluncurannya.

Baik NASA maupun SpaceX telah menyepakati jendela peluncuran terbaru. Crew-10 akan diluncurkan pada Jumat, 14 Maret dan jendela peluncurannya akan dibuka mulai pukul 6.26 WIB. Harapannya, docking bisa dilakukan pada Sabtu, 15 Maret pukul 10.30 WIB.

Sebelum peluncuran dilakukan, NASA dan SpaceX akan memastikan bahwa komponen Falcon 9 tidak mengalami masalah sistem lagi. NASA juga akan memastikan kondisi cuaca luar angkasa secara berkala.

"Skuadron Cuaca ke-45 Angkatan Luar Angkasa AS memperkirakan prakiraan cuaca yang lebih dari 95 persen, menguntungkan kondisi di sekitar lokasi peluncuran. Tim juga akan memantau kondisi cuaca di sepanjang jalur penerbangan pesawat ruang angkasa Dragon," ungkap NASA.

Secara keseluruhan, tidak ada perubahan pada misi ekspedisi kali ini selain tanggal peluncurannya. Pesawat Dragon tetap akan mengantar empat kru ke ISS, di antaranyay Astronot NASA Anne McClain dan Nichole Ayers, Astronot JAXA Takuya Onishi, dan Kosmonot Roscosmos Kirill Peskov.

Setelah tiba di ISS, keempat kru akan bergabung dengan tim ekspedisi yang sudah ada di stasiun tersebut. Selanjutnya, anggota Crew-9 akan melakukan serah terima tugas dengan anggota kru yang baru tiba. Saat peralihan tugas selesai dilakukan, Crew-9 akan pulang ke Bumi.