JAKARTA – Dewan direksi telah memilih CEO Intel Corporation terbaru. Mulai 18 Maret mendatang, Lip-Bu Tan akan menggantikan posisi Co-CEO Interim, David Zinsner dan Michelle Johnston Holthaus.
Tan telah mendalami bidang teknologi sejak puluhan tahun lalu. Calon CEO ini memiliki pengalaman kerja selama 20 tahun di bidang perangkat lunak dan semikonduktor. Tan bahkan pernah menjadi CEO Cadence Design Systems dari tahun 2009 hingga 2021.
Selama memimpin Cadence, perusahaan itu berhasil meningkatkan pendapatannya hingga lebih dari dua kali lipat. Cadence juga berhasil dalam memperluas margin operasi dan menghasilkan apresiasi harga saham hingga lebih dari 3.200 persen.
Berkaca dari kesuksesan ini, Tan akhirnya terpilih sebagai CEO Intel. Sebelumnya, Tan merupakan bagian dari dewan direksi Intel, tetapi mengundurkan diri pada Agustus tahun lalu. Setelah resmi menjabat, Tan akan kembali bergabung dengan dewan direksi.
Dengan naiknya Tan sebagai CEO, Zinsner akan mengisi posisi Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Keuangan, sementara Johnson akan tetap menjabat sebagai CEO Intel Products. Frank D. Yeary, yang sebelumnya menjadi ketua eksekutif sementara, juga akan menjadi dewan direksi independen setelah Tan menjabat.
"(Tan memiliki) rekam jejak yang terbukti dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham,” kata Yeary dalam rilis terbaru Intel. "Kami senang memiliki Tan sebagai CEO kami saat kami berupaya mempercepat pemulihan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan signifikan di masa mendatang."
BACA JUGA:
Sejalan dengan pengangkatan Tan sebagai CEO, muncul kabar bahwa Pat Gelsinger bukan pensiun seperti yang disampaikan oleh dewan direksi Intel. Menurut laporan yang dibagikan The Verge, Gelsinger disingkirkan langsung oleh dewan direksi.
Kabarnya, Intel kesulitan dalam mengubah keadaan perusahaan yang semakin terkepung dan dewan direksi juga kehilangan rasa percaya diri terhadap peningkatan perusahaan. Maka dari itu, dewan menganggap bahwa mereka membutuhkan pemimpin baru.
Gelsinger telah bekerja di Intel selama puluhan tahun, lebih tepatnya selama 30 tahun. Ia bekerja sejak 1979 hingga 2009, kemudian memutuskan untuk meninggalkan perusahaan. Namun, pada 2021, Gelsinger ditarik kembali untuk menduduki jabatan CEO.