La Famille Bélier, Versi Asli Film CODA yang Remake Seharga Rp 350 Miliar Tayang di Klik FIlm

JAKARTA - Klik Film kembali memanjakan penggemarnya. Setelah memberikan 7 film pilihan di awal Maret, platform streaming film legal ini menawarkan tontonan berbobot dari film Perancis, La Famille Bélier. Kepopuleran film ini membuat Apple TV sanggung mengeluarkan dana besar semiilai USD 25 Million (Rp 350 Millyar lebih). 

Apple TV pun sukses meremake film ini menjadi film berjudul CODA yang pada tahun 2021. CODA berhasil mencetak sejarah dengan meraih penghargaan Sundance Film Festival terbanyak sepanjang masa dengan 4 piala, untuk kategori U.S. Grand Jury Prize: Dramatic, Audience Award: U.S. Dramatic, U.S. Dramatic Special Jury Award for Ensemble Cast, and Directing Award: U.S. Dramatic prize.

Kejutan juga terjadi di Indonsia. Pasalnya, versi asli film CODA berjudul La Famille Bélier saat ini sudah bisa disaksikan secara legal di Indonesia melalui digital platform Klik Film. 

Frederica, selaku Direktur Klik Film menjelaskan, Klik Film memang selalu berusaha menghadirkan film-film bagus yang ada dimanapun, untuk menghapus dahaga para penikmat film di Indonesia. "Hadirnya film La Famille Bélier menjadi satu bukti eksistensi Klik Film untuk terus menghadirkan film-film bagus. Dan akan banyak lagi kejutan-kejutan yang akan kami hadirkan,” ungkapnya, Rabu, 10 Maret.

Film La Famille Bélier sendiri mengisahkan tentang Paula (Louane Emera) dibesarkan di lingkungan tani dan peternakan. Kedua orangtuanya, Rodolphe Belier (Francois Damien) dan Gigi (Karin Viard), tuli sekaligus bisu. Adik laki-lakinya, Quentin (Luca Gelberg) mengalami nasib serupa. Di sekolah, Paula bergaul karib dengan Mathilde (Roxane Duran). Suatu hari, ada audisi paduan suara yang menuntut peserta pamer vokal di depan guru, Pak Thomasson (Eric Elmosnino). 

Mathilde ditolak karena suaranya dianggap bencana. Namun Paula diterima dengan alasan punya alto bagus. Di kelas itu, Paula mengenal Gabriel (Ilian Bergala) yang tampan juga pendiam. Dirasa punya vokal harmonis, Thomasson menjodohkan mereka di lagu “Aku Akan Mencintaimu.” Thomasson juga mengabarkan ada audisi vokal di Prancis.

Bikin Hati Ambyar

Kegeniusan film ini terletak pada ide menempatkan remaja dengan bakat menyanyi di lingkungan keluarga yang tak bisa mendengar maupun bicara. Susah untuk meyakinkan orangtua bisu tuli bahwa putrinya pintar nyanyi. Sepanjang film, akting dan penuturan menjadi daya tarik kunci. Kita bisa menebak dengan mudah ke mana muara cerita berbasis keluarga macam ini. Yang tak disangka, kepintaran Eric menyimpan “hidangan penutup” berupa adegan mengejar waktu dan suasana di ruang audisi.

Yang bikin hati remuk, saat Paula memutuskan menyanyi sambil menggunakan bahasa isyarat. Ambyar sudah hati penonton. Mata ayah dan ibu Paula berkaca. Saat selesai bernyanyi, mereka berdiri dan berteriak “Bravo, bravo!” meski tak jelas pelafalannnya. 

Sungguh, adegan ini tak disangka-sangka menguras hati dan air mata. Masih ada satu adegan lagi yang sebaiknya Anda saksikan sendiri. Sebuah babak pamungkas yang melegakan dan membawa kita pada pemahaman klasik, keluarga adalah segalanya.

>