Telegram Kumpulkan Pendanaan Senilai Rp5,19 Triliun melalui Penjualan Obligasi

JAKARTA - Founder sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov mengumumkan bahwa hari ini perusahaan memperoleh investasi 330 juta dolar AS (Rp5,19 triliun), melalui penjualan obligasi minggu lalu.

Durov juga mengatakan bahwa penawaran tersebut mengalami kelebihan permintaan dengan persyaratan yang menguntungkan bagi perusahaan.

“Penawaran obligasi ini mengalami kelebihan permintaan, dan kami gembira memiliki dana global dengan kaliber tertinggi dengan reputasi sempurna sebagai peserta,” tulis Durov dalam saluran Telegramnya. 

Tapi sayangnya, dia tidak mengungkapkan institusi mana yang berinvestasi ke perusahaannya. Kendati demikian, dia mengatakan bahwa meningkatnya permintaan obligasi mereka menunjukkan bahwa lembaga keuangan global menghargai pertumbuhan audiens dan monetisasi Telegram. 

“Saya bangga bahwa setiap kali kita menerbitkan obligasi, kita menjadi lebih baik dalam proses ini. Hal ini akan semakin memantapkan posisi kami sebagai platform independen yang mampu menantang “Goliat” industri kami,” tutupnya. 

Dalam sebuah wawancara dengan Financial Times minggu lalu, Durov mengatakan bahwa perusahaannya bertujuan untuk meraih keuntungan tahun depan. Dia juga menyebutkan bahwa Telegram sedang menjajaki opsi untuk go public.

“Alasan utama kami mulai melakukan monetisasi adalah karena kami ingin tetap independen. Secara umum, kami melihat nilai dalam [IPO] sebagai sarana untuk mendemokratisasi akses terhadap nilai Telegram,” ujarnya kepada Financial Times, mengutip dari TechCrunch

Platform perpesanan yang memiliki lebih dari 900 juta pengguna ini telah melakukan berbagai upaya monetisasi dalam beberapa tahun terakhir, baik melalui iklan, peluncuran NFT, dan juga langganan berbayar.