Akibat Salah Posisi, Muatan Antena Lockheed Martin Akan Jatuh ke Bumi

 

JAKARTA – Pada 22 Desember lalu, muatan Electronically Steered Antenna (ESA) milik Lockheed Martin diluncurkan ke orbit. Sayangnya, peluncuran muatan antena itu tidak berakhir dengan baik.

Firefly Aerospace, perusahaan kedirgantaraan swasta, meluncurkan antena Lockheed menggunakan roket Alpha. Misi Fly the Lightning ini awalnya berjalan lancar, tetapi Alpha menuju ke orbit yang salah sehingga misi Lockheed mengalami banyak perubahan.

Akibat posisinya yang tidak sesuai dengan rencana, misi demonstrasi antena untuk kepentingan militer itu dipersingkat. Oleh karena itu, antena akan kembali ke Bumi pada bulan Februari, tetapi Lockheed belum mengungkapkan tanggal pastinya.

Meski misi antena Lockheed sangat singkat, Direktur Akselerasi Teknologi Lockheed Martin Bob Behnken mengatakan bahwa muatan ESA berhasil menyelesaikan tujuan utama dari misi mereka, bahkan melebihi harapan perusahaan tersebut.

“Prestasi ini bahkan lebih mengesankan mengingat pesawat ruang angkasa ditempatkan di orbit yang lebih rendah dan tidak direncanakan, yang mengakibatkan jadwal misi menjadi sangat padat,” kata Behnken kepada Spacenews.

Behnken menambahkan bahwa muatan ESA berhasil membuktikan kemampuannya selama masa demonstrasi berlangsung. Perusahaannya berusaha keras dalam mengoptimalkan kinerja teknologi ESA sehingga kinerja muatan tersebut diklaim berhasil.

Salah satu bukti yang menguatkan bahwa demonstrasi ESA berhasil adalah proses pengujian yang mencapai ratusan kali. Behnken menjelaskan bahwa, “Kami telah menyelesaikan lebih dari 100 pengujian muatan hingga saat ini dan terus mencapai lebih banyak hal setiap harinya.”

Behnken tidak menjelaskan apa saja proses pengujian yang dilalui ESA. Namun, Direktur Lockheed itu mengatakan bahwa ESA beroperasi seperti saat diuji di Bumi. Oleh karena itu, komponen ESA siap menghadapi masalah yang tidak pernah direncanakan.

Ket. foto: