Mendalami Kasus Kristen Gray hingga Dideportasi

Your browser doesn’t support HTML5 audio

JAKARTA - Viralnya bule yang tinggal di Bali, Kristen Gray semakin ramai menjadi perbincangan bahkan setelah ia dideportasi kemarin. Masyarakat Indonesia menyadarkan dunia kalau hal yang dilakukan oleh Kristen Gray adalah salah. Ia telah melanggar hukum imigrasi yang berlaku di negeri kita.

Permasalahan ini dimulai dengan thread yang dibuat oleh Kristen Gray di akun twitternya @kristentootie. Meski telah disembunyikan atau dihapus, tapi hasil tangkapan gambar cuitan tersebut telah disimpan oleh banyak orang. Itulah mengapa kasus ini tak semudah itu terlupakan, justru malah semakin tersebar.

Pada thread itu, Gray menceritakan bagaimana dia memutuskan pindah ke Bali untuk mendapatkan ketenangan selama 6 bulan. Namun keputusannya menetap di Bali berlanjut menjadi lebih dari setahun. Ia bekerja sebagai online graphic designer tanpa membayar pajak sama sekali. Dia juga mempromosikan buku-buku elektroniknya yang berjudul “Our Bali Life is Yours”. Buku ini berisi tentang tips untuk tinggal di Bali dengan mewah, trik mendapatkan visa untuk tinggal di Bali bahkan pada masa pandemi COVID-19, menghindari protokol kesehatan yang ditetapkan di Bali, serta tidak membayar pajak di Indonesia. Buku itu dijual secara online seharga kurang lebih 400 ribu rupiah.

Banyak warganet yang mengatakan Gray dan pacarnya, Saundra, menggunakan alasan sebagai “pencari suaka” untuk dapat menetap di Indonesia. Namun bila kita telisik, keadaan mereka tidak dapat dikategorikan sebagai pencari suaka. Mereka disebut menggunakan dalih berkulit gelap dan termasuk golongan LGBT sehingga membutuhkan tempat mengungsi dari negara asalnya yaitu Amerika Serikat. Padahal, kategori pencari suaka dan pengungsi biasanya diperuntukkan bagi mereka yang berasal dari negara perang atau mengalami penganiayaan di negara asalnya, bukan hanya berbekal alasan mencari kedamaian dan sulit mendapat pekerjaan di negara asalnya seperti apa yang Gray sampaikan lewat thread.

Ada banyak permasalahan Kristen Gray dan Saundra yang menjadi sorotan, hingga istilah-istilah mereka melakukan digital nomad dan gentrifikasi. Digital nomad adalah Orang yang ber dari pekerjaan digital yang mengandalkan teknologi, sedangkan gentrifikasi menurut KBBI adalah imigrasi penduduk kelas ekonomi menengah ke wilayah kota yang buruk keadaannya atau yang baru saja diperbaharui dan dipermodern. Siniar VOI kali ini akan mendalami kasus Kristen Gray hingga dideportasi. Silakan tekan tombol dengarkan dan kami akan bercerita untuk Anda.